10 May 2026 | Suara Dalam Berita

Harga Emas Pegadaian Kembali Menguat H+4 Lebaran, Warga Desa Rensing Mulai Ramai Jual Simpanan

Harga Emas Pegadaian Kembali Menguat H+4 Lebaran, Warga Desa Rensing Mulai Ramai Jual Simpanan
Foto : portalntb.com. Aplikasi tring dari pegadaian

Kabar gembira datang bagi para investor logam mulia di wilayah Nusa Tenggara Barat. Setelah sempat tertekan selama beberapa hari pasca-Idulfitri, harga emas di aplikasi Tring by Pegadaian terpantau mulai merangkak naik pada Rabu siang (25/03/2026). Kenaikan tipis ini disambut antusias oleh warga, terutama mereka yang sudah menanti momentum harga hijau untuk mencairkan asetnya. Berdasarkan pantauan grafik pada pukul 12.48 WITA, harga emas mengalami penguatan sebesar 0,4% dari posisi sebelumnya yang terus merosot. 

Saat ini, harga beli tercatat di level Rp27.620 per 0,01 gram, sementara harga jual kembali (buyback) ikut terkerek ke angka Rp26.510 per 0,01 gram. Meski kenaikannya tergolong landai, sentimen positif mulai terasa di kalangan nasabah. Kami menemui nasabah yang ada di Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, pergerakan harga ini memicu aksi jual oleh sebagian warga. Susi (40), salah satu nasabah yang ditemui di lokasi, mengaku merasa lega melihat adanya grafik kenaikan meskipun belum kembali ke level tertinggi sebelum lebaran. 

"Hehe ada harapan lah untuk naik sedikit daripada kemaren," ujar Susi saat memantau ponselnya pada Rabu siang. 

Bagi Susi, kenaikan 0,4% ini sudah cukup untuk membulatkan tekadnya melakukan transaksi buyback. Ia mengaku khawatir jika menunda penjualan, harga justru akan kembali jatuh ke titik terendah seperti hari-hari sebelumnya. 

"Rencana sy mau jual hari ini, takut besok turun lagi. Mau saya pakai buat belanja kebutuhan," tambahnya menjelaskan alasan penjualannya. 

Masih di desa yang sama, Zainab (40) juga memberikan respons senada mengenai tren positif harga hari ini. Baginya, setiap kenaikan nilai adalah berkah bagi tabungannya yang rencananya akan digunakan untuk keperluan sang buah hati. 

"Alhamdulillah ada kenaikan sedikit, berharap naik terus. Saldo tabungan saya memang beberapa gram, tidak banyak, tapi lumayan lah buat belanja anak," ungkap Zainab. 

Selain faktor harga, Zainab membeberkan alasan menarik mengapa dirinya lebih memilih menabung emas di aplikasi ketimbang memiliki emas fisik berupa perhiasan. Faktor keamanan lingkungan menjadi pertimbangan utama bagi ibu rumah tangga di Sakra Barat ini. 

"Memang nabung tabungan emas ini, kita tidak khawatir, tinggal pantau lewat aplikasi. Daripada beli perhiasan, takut dicuri. Soalnya di desa ini banyak maling, takut hilang," tuturnya jujur mengenai kondisi di lingkungannya. 

"Banyak warga yang beli perhiasan rumahnya di incar maling", tambahnya juga. 

Secara teknis, kenaikan 0,4% ini mengindikasikan bahwa tekanan jual massal yang terjadi selama pekan lebaran mulai berkurang. Pasar emas retail di wilayah NTB perlahan memasuki masa pemulihan seiring dengan kembalinya aktivitas ekonomi normal masyarakat.

Link berhasil disalin!