BREAKING NEWS
04 April 2026 Suara Dalam Berita

Inspiratif, Peternak Muda di Pengadangan Lombok Timur Sukses Kembangkan Usaha Ayam Petelur

Inspiratif, Peternak Muda di Pengadangan Lombok Timur Sukses Kembangkan Usaha Ayam Petelur
Foto : kondisi peternakan ayam petelur di pengadangan dan kandang yang bersih.

LOMBOK TIMUR – Usaha peternakan ayam petelur di Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, menunjukkan perkembangan positif. Salah satu peternak lokal, Muhammad Aqomah (30), berhasil mengelola kandang ayam petelur yang kini mulai menghasilkan secara konsisten dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi dirinya.

Di kandang yang tampak bersih dan tertata rapi, ratusan ayam petelur dipelihara dengan sistem modern. Penataan kandang yang baik serta kebersihan yang terjaga menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas produksi telur. Saat ditemui, Aqomah menyampaikan bahwa usahanya masih tergolong baru, namun sudah menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.

“Karena kandang masih baru, saat ini kita menghasilkan sekitar 18 tray telur per hari” ungkapnya.

Produksi tersebut dinilai cukup baik untuk tahap awal, mengingat siklus produksi ayam petelur membutuhkan waktu dan perawatan yang optimal. Dengan manajemen pakan, kebersihan, serta kesehatan ayam yang dijaga secara konsisten, Aqomah optimistis produksi akan terus meningkat ke depannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil telur dari peternakannya sudah memiliki pasar tetap. Telur-telur tersebut tidak hanya dijual ke kios-kios kecil, tetapi juga diserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu penopang utama penjualannya.

“Saat ini yang mengambil telur di kita itu MBG dan kios-kios, tapi yang paling banyak MBG. Pengaruh MBG bagi saya luar biasa, kadang telur diborong habis” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan program MBG memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas penjualan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, seluruh hasil produksi telur habis dibeli oleh pihak MBG tanpa tersisa. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak, terutama dalam menjaga perputaran usaha.

Ia juga menyebutkan bahwa lokasi distribusi utama untuk MBG berada di wilayah Bumbang, yang relatif masih terjangkau dari lokasi peternakannya di Pengadangan. Kedekatan geografis ini turut membantu efisiensi distribusi serta menjaga kualitas telur tetap segar saat sampai ke konsumen.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi peternak, keberadaan usaha ayam petelur seperti yang dijalankan Aqomah juga berpotensi membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya skala produksi di masa depan, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan ikut bertambah.

Aqomah berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lain, khususnya generasi muda, untuk terjun ke sektor peternakan. Menurutnya, peluang di bidang ini masih sangat terbuka lebar, terutama dengan adanya dukungan program pemerintah seperti MBG.

“Kalau dikelola dengan serius, peternakan ini sangat menjanjikan. Apalagi sekarang sudah ada pasar yang jelas. Nama toko kami Toko Ikhlas, bagi yang ingin memesan bisa menghubungi saya di 085253857421”, tambahnya.

Ke depan, ia berencana menambah jumlah populasi ayam untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan begitu, ia berharap dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok telur lokal di wilayah tersebut.

Kisah inspiratif dari Muhammad Aqomah menjadi bukti bahwa sektor peternakan, khususnya ayam petelur, masih memiliki prospek cerah. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan pasar yang stabil, usaha ini mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!