Tren harga emas di aplikasi digital Pegadaian terpantau mengalami stagnansi dalam dua hari terakhir menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Meski grafik menunjukkan angka yang cenderung melandai dan sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya, antusiasme masyarakat, khususnya di wilayah Lombok Timur, untuk menambah saldo tabungan emas justru tidak surut.
Berdasarkan pantauan real-time pada hari Minggu (22/03/2026) Waktu Indonesia Tengah (WITA), harga beli emas berada di level Rp28.290 per 0,01 gram, sementara harga jual kembali tertahan di angka Rp27.010 per 0,01 gram. Kondisi harga yang ini menjadi fenomena menarik di tengah tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat menyambut lebaran. Warga bernama BI (35), salah satu nasabah setia Tabungan Emas Pegadaian asal Lombok Timur, mengakui bahwa dirinya rutin memantau pergerakan harga melalui aplikasi.
Menurutnya, kondisi harga saat ini memang belum menunjukkan lonjakan signifikan atau masih berada di titik yang sama dengan hari sebelumnya.
"Iya, saya cek di aplikasi Pegadaian, harganya masih stuck (jalan di tempat) di angka itu. Tidak ada kenaikan tajam," ujar BI saat ditemui pada Minggu siang.
Meski demikian, BI mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan fluktuasi harga harian yang cenderung pasif. Baginya, emas adalah instrumen pelindung nilai yang ditujukan untuk masa depan.
"Saya menabung emas untuk investasi jangka panjang. Jadi, mau harganya naik atau turun sekarang, saya tidak terlalu khawatir. Fokusnya adalah konsistensi," tambahnya.
Berbeda dengan BI yang cenderung santai, nasabah lain berinisial ZH (25) justru melihat stagnansi dan penurunan harga tipis dalam dua hari terakhir sebagai peluang emas. ZH menilai bahwa saat harga sedang tidak bergejolak naik, itulah waktu yang paling tepat untuk melakukan top-up saldo.
"Kalau mau beli, justru enaknya di harga turun seperti sekarang ini. Istilahnya kita mendapatkan harga yang lebih murah sebelum nanti biasanya melonjak lagi setelah lebaran," kata ZH.
ZH bahkan mengaku telah melakukan transaksi penambahan saldo pada Minggu pagi tadi untuk memanfaatkan momentum tersebut. Dengan nada bercanda, ia menyentil fenomena masyarakat yang biasanya justru mencairkan aset menjelang Idulfitri.
"Mungkin nasabah yang lain justru banyak yang jual emas sekarang untuk beli baju lebaran atau kebutuhan mudik," ucapnya sembari tertawa kecil.
Penurunan harga yang terjadi sejak dua hari sebelum lebaran ini diduga kuat berkaitan dengan hukum pasar dan meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat. Secara musiman, menjelang hari raya, permintaan akan likuiditas tunai melonjak tajam untuk menutupi biaya transportasi, zakat, hingga konsumsi rumah tangga yang meningkat. Banyak masyarakat yang memilih untuk melakukan aksi jual guna memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga pasokan emas di pasar meningkat yang kemudian berdampak pada melandainya harga. Namun, bagi para investor jeli seperti ZH dan BI, masa-masa jelang lebaran ini tetap menjadi daya tarik tersendiri untuk mengamankan aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.