17 May 2026 | Suara Dalam Berita

Daftar Kampus Terbaik di NTB Versi UniRank 2026, Unram Masih Teratas

Daftar Kampus Terbaik di NTB Versi UniRank 2026, Unram Masih Teratas
Foto : Daftar nama kampus di NTB yang masuk pemeringkatan UniRank 2026 berdasarkan popularitas dan visibilitas digital.

MATARAM - Lembaga pemeringkatan internasional UniRank kembali merilis daftar perguruan tinggi terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Hasilnya, sejumlah kampus di NTB masuk dalam pemeringkatan berbasis popularitas dan visibilitas digital tersebut.

Berdasarkan data UniRank 2026 yang diakses pada 14 April 2026 melalui laman resmi mereka, terdapat 14 perguruan tinggi di NTB yang memenuhi kriteria penilaian dan masuk dalam daftar ranking. Kampus-kampus tersebut antara lain Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Hamzanwadi, Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, Universitas Mahasaraswati Mataram, Universitas Nahdlatul Wathan, Universitas Samawa, Universitas Gunung Rinjani, Universitas 45 Mataram, Universitas Cordova, serta Universitas Nusa Tenggara Barat.

Dalam metodologinya, UniRank tidak menilai kualitas akademik secara langsung. Pemeringkatan ini menggunakan indikator non-akademik berbasis data web, seperti popularitas situs dan eksistensi digital kampus di internet.

Ada tiga syarat utama agar sebuah perguruan tinggi bisa masuk dalam daftar ini. Pertama, kampus harus terakreditasi atau memiliki izin resmi dari otoritas pendidikan tinggi di Indonesia. Kedua, perguruan tinggi wajib menyelenggarakan program minimal jenjang sarjana (S1) atau hingga pascasarjana. Ketiga, sistem pembelajaran yang digunakan harus dominan tatap muka, bukan sepenuhnya daring.

Melalui indikator tersebut, UniRank menyusun apa yang disebut sebagai “league table” atau tabel peringkat berbasis visibilitas digital, bukan kualitas riset atau pengajaran.

Di NTB, beberapa kampus besar masih mendominasi posisi atas, sementara kampus lainnya berada di posisi menengah hingga bawah secara nasional. Hal ini menunjukkan bahwa aspek kehadiran digital masih menjadi tantangan bagi sebagian perguruan tinggi di daerah.

Seorang warga di Mataram, imran(35), menilai pemeringkatan ini cukup relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Sekarang orang cari informasi kampus pasti lewat internet. Jadi kalau websitenya aktif dan mudah diakses, pasti lebih dikenal,” ujarnya, Selasa (14/04).

Sementara itu, gilang (17), siswa yang saat ini kelas 3 SMA di salah satu SMA Negeri di Lombok Timur, menyebut bahwa ranking seperti ini bisa menjadi referensi awal untuk tempat kuliah, namun bukan satu-satunya acuan.

“Kita tetap harus lihat akreditasi, bangunan kampusnya dan kualitas jurusan juga, tidak hanya ranking online,” katanya, Selasa (14/04).

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan tinggi tidak hanya sebatas penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga mencakup strategi komunikasi, publikasi, serta optimalisasi platform digital resmi kampus. Website institusi, misalnya, menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian UniRank karena berfungsi sebagai representasi utama kehadiran digital perguruan tinggi.

Dengan demikian, hasil pemeringkatan UniRank 2026 dapat menjadi gambaran awal terkait eksistensi digital perguruan tinggi di NTB. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap mempertimbangkan berbagai aspek lain sebelum menentukan pilihan pendidikan tinggi.

Link berhasil disalin!