LOMBOK BARAT – Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Lingsar resmi digelar mulai Senin, 20 April hingga 23 April 2026. Kegiatan ini berlangsung setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan diikuti oleh 43 siswa kelas XII sebagai bagian dari evaluasi akhir pembelajaran.
Peserta UKK tahun ini terbagi dalam dua kelompok belajar, yakni Animasi 1 sebanyak 21 orang dan Animasi 2 sebanyak 22 orang. Seluruh siswa mengikuti ujian praktik yang berfokus pada pembuatan film animasi dua dimensi (2D) menggunakan perangkat lunak Adobe Animate. Ujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus kreativitas siswa dalam mengembangkan karya visual berbasis animasi.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diberikan tugas untuk membuat film animasi berdurasi 30 hingga 40 detik dengan tema bebas. Ketentuan ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk mengeksplorasi ide, cerita, serta gaya visual masing-masing. Proses pengerjaan tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga mencakup tahapan produksi seperti perencanaan konsep, desain karakter, hingga pengolahan gerak animasi.
Suasana ruang ujian terlihat kondusif dengan para siswa yang fokus menyelesaikan proyek di depan komputer. Mereka tampak serius mengerjakan setiap tahapan, mulai dari menyusun alur cerita hingga menyempurnakan detail gerakan. Selain kemampuan teknis, manajemen waktu juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat seluruh pekerjaan harus diselesaikan dalam rentang waktu yang telah ditentukan setiap harinya.
Asesor UKK, Muhamad Masjun Efendi, M.Kom, yang juga dosen di Universitas Teknologi Mataram, menyampaikan apresiasinya terhadap kemampuan para peserta. Ia menilai bahwa seluruh siswa telah menunjukkan kompetensi yang baik dalam bidang animasi 2D.
“Anak-anak luar biasa, semua bisa membuat film animasi 2D. Mereka mampu mengaplikasikan software pengolah animasi 2D dan memahami teknik-teknik dalam pembuatan film animasi 2D,” ujarnya, senin (20/04).
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi indikator bahwa siswa telah memiliki dasar keterampilan yang cukup untuk masuk ke dunia industri kreatif. Ia juga menambahkan bahwa penguasaan software dan teknik produksi menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh lulusan jurusan animasi.
Lebih lanjut, ia berharap hasil dari UKK ini dapat menjadi bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan. “Diharapkan setelah lulus anak-anak lebih siap dan matang di bidang ini setelah lulus,” katanya.
Pelaksanaan UKK ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar selama tiga tahun. Selain sebagai syarat kelulusan, kegiatan ini juga menjadi gambaran nyata mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan materi ujian yang menuntut keterampilan teknis tinggi, UKK Animasi 2026 ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga kreatif dan adaptif terhadap perkembangan industri animasi. Para siswa pun diharapkan mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia kreatif, baik di tingkat lokal maupun nasional.