LOMBOK TIMUR – Tim peneliti dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Nusa Tenggara Barat melakukan kunjungan resmi ke Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur dalam rangka pengumpulan data penelitian pelayanan publik pasca bencana. Kegiatan tersebut berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 April 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Transformasi Digital Manajemen Pelayanan Publik Pasca Bencana di Kabupaten Lombok Timur”. Fokus utama kajian adalah mengukur sejauh mana penerapan digitalisasi dalam sistem pelayanan publik, khususnya pada situasi pasca bencana yang menuntut respons cepat, akurat, dan terintegrasi.
Sekretaris Daerah Lombok Timur menyambut baik kehadiran tim peneliti tersebut. Ia menilai penelitian ini memiliki nilai strategis dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif terhadap kondisi krisis.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penelitian ini. Hasil kajian akademik seperti ini penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan publik, terutama dalam menghadapi tantangan pasca bencana,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam meningkatkan efektivitas layanan. Ia juga menekankan pentingnya integrasi data antarorganisasi perangkat daerah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selama proses pengumpulan data, tim peneliti IPDN melakukan berbagai metode penelitian, mulai dari wawancara mendalam, observasi lapangan, hingga penelusuran dokumen pada sejumlah perangkat daerah terkait. Penelitian ini melibatkan tujuh informan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat.
Salah satu tim peneliti, Erfan Wahyudi, M.Kom, menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata terkait kondisi pelayanan publik berbasis digital di daerah, khususnya dalam situasi pasca bencana.
“Kami melihat bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat, terutama saat kondisi darurat. Karena itu, kami ingin mengidentifikasi apa saja yang sudah berjalan dan apa yang masih perlu diperkuat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam penelitian ini menjadi penting untuk memperoleh perspektif yang komprehensif, baik dari sisi pemerintah sebagai penyedia layanan maupun masyarakat sebagai penerima manfaat.
Kabupaten Lombok Timur dinilai sebagai lokasi yang relevan untuk penelitian ini. Selain memiliki pengalaman dalam menghadapi situasi kebencanaan, daerah ini juga menunjukkan perkembangan dalam upaya digitalisasi pelayanan publik di berbagai sektor.
Isu transformasi digital dalam pelayanan publik kini menjadi perhatian utama dalam tata kelola pemerintahan daerah. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta aksesibilitas layanan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat maupun pasca bencana.
Melalui penelitian ini, tim IPDN berharap dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam bentuk kajian akademik, tetapi juga rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan berbasis data yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Harapannya, hasil penelitian ini tidak berhenti pada laporan semata, tetapi benar-benar bisa menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan pelayanan publik yang lebih baik di Lombok Timur,” tutupnya.