BREAKING NEWS
02 April 2026 Suara Dalam Berita

ITB Masuk Peringkat Dunia QS 2026, Alumni dari Lombok Harap Tembus 100 hingga 50 Peringkat Dunia

ITB Masuk Peringkat Dunia QS 2026, Alumni dari Lombok Harap Tembus 100 hingga 50 Peringkat Dunia
Foto : tangkapan layar program studi yang masuk peringkat dunia, berdasarkan data dari QS Quacquarelli Symonds

MATARAM - Lembaga pemeringkat global QS Quacquarelli Symonds kembali merilis daftar QS World University Rankings by Subject tahun 2026. Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) tercatat masuk dalam peringkat dunia pada sejumlah bidang keilmuan utama serta berbagai program studi spesifik.

Berdasarkan data yang diakses pada Kamis, 27 Maret 2026, ITB berhasil masuk dalam peringkat global untuk empat dari lima kelompok bidang ilmu utama atau broad subject areas. Capaian terbaik berada pada bidang Engineering & Technology yang menempati posisi 216 dunia dan menjadi peringkat pertama di Indonesia dengan skor 68,6.

Sementara itu, pada bidang Natural Sciences, ITB berada di peringkat 374 dunia dan juga menempati posisi pertama di tingkat nasional dengan skor 64,6.

Pada bidang Arts & Humanities, ITB menempati peringkat 345 dunia dengan skor 63,1, sekaligus menjadi peringkat ketiga di Indonesia.

Adapun pada bidang Social Sciences & Management, ITB berada di peringkat 374 dunia dengan skor 62,4, serta berada di peringkat keempat secara nasional.

Sejumlah Program Studi Masuk Peringkat Dunia

Selain pada kelompok bidang besar, sejumlah program studi ITB juga masuk dalam pemeringkatan narrow subjects atau bidang ilmu yang lebih spesifik.

Beberapa capaian yang menonjol antara lain:

  1. Mineral & Mining Engineering berada di peringkat 51–100 dunia dan peringkat pertama di Indonesia.
  2. Petroleum Engineering juga masuk peringkat 51–100 dunia, sekaligus peringkat pertama nasional.
  3. Architecture / Built Environment dan Art & Design berada pada rentang peringkat 101–150 dunia, serta sama-sama peringkat pertama di Indonesia.

Selain itu, sejumlah bidang teknik lain seperti Chemical Engineering, Electrical & Electronic Engineering, Mechanical Engineering, hingga Civil & Structural Engineering juga tercatat masuk dalam daftar peringkat global dan berada di posisi teratas di tingkat nasional.

Bidang ilmu lain seperti Chemistry, Materials Science, Mathematics, Physics & Astronomy, serta Environmental Science juga masuk daftar pemeringkatan dunia meskipun dengan rentang peringkat yang lebih luas.

Komentar Rektor ITB

Rektor Institut Teknologi Bandung menegaskan capaian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kampus untuk memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional.

Ia menyampaikan bahwa ITB menargetkan dapat menembus 150 besar dunia pada tahun 2030 melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, serta kontribusi akademik di tingkat global.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi kolektif seluruh elemen kampus yang akan terus ditingkatkan demi menjaga momentum transformasi serta reputasi global ITB,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam publikasi resmi kampus.

Harapan Alumni

Capaian tersebut juga mendapat respons positif dari sejumlah alumni. Salah satunya Imran, alumni tahun 2014 asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ia menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih kampus almamaternya itu.

“Selamat untuk ITB. Semoga ke depan semakin berkembang dan bisa menembus peringkat 100 dunia, bahkan 50 besar dunia,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Salman, alumni 2014 lainnya. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

“Selamat dan sukses untuk ITB. Semoga prestasi ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Indikator Penilaian QS

Dalam metodologi QS World University Rankings by Subject, penilaian dilakukan berdasarkan beberapa indikator utama, di antaranya:

  1. Academic Reputation – reputasi akademik berdasarkan survei terhadap akademisi di berbagai negara.
  2. Employer Reputation – penilaian dari kalangan industri terhadap kualitas lulusan.
  3. Research Citations per Paper – jumlah sitasi ilmiah dari publikasi penelitian.
  4. H-index – ukuran produktivitas dan dampak penelitian para akademisi.
  5. International Research Network – tingkat kolaborasi penelitian internasional.

Indikator tersebut digunakan untuk mengukur kualitas riset, reputasi akademik, serta kontribusi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Dengan berbagai capaian tersebut, ITB kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang aktif bersaing di tingkat internasional, khususnya pada bidang teknik, sains, dan teknologi.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!