BREAKING NEWS
27 March 2026 Suara Dalam Berita

Kota Mataram Tercatat Memiliki Tingkat Pengangguran Tertinggi di NTB, Warga Harap Lapangan Kerja Diperbanyak

Kota Mataram Tercatat Memiliki Tingkat Pengangguran Tertinggi di NTB, Warga Harap Lapangan Kerja Diperbanyak
Foto : tangkapan layar website bps.

MATARAM - Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi perhatian setelah data tingkat pengangguran di daerah tersebut dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik melalui situs resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam tabel statistik berjudul Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi NTB menurut Kabupaten/Kota, BPS menampilkan gambaran tingkat pengangguran di seluruh daerah di NTB. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja di masing-masing wilayah. 

Berdasarkan penelusuran pada laman resmi BPS NTB, data statistik tersebut terakhir diperbarui pada 13 November 2025 dan masih menjadi salah satu rujukan terbaru terkait tingkat pengangguran di tingkat kabupaten dan kota di NTB. 

Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT merupakan persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja di suatu wilayah. Angka ini menggambarkan berapa banyak penduduk usia kerja yang belum memperoleh pekerjaan namun sedang aktif mencari kerja atau mempersiapkan usaha.

Perbedaan tingkat pengangguran antar daerah biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya pertumbuhan ekonomi daerah, ketersediaan lapangan pekerjaan, hingga tingkat pendidikan dan keterampilan tenaga kerja.

Wilayah perkotaan umumnya memiliki jumlah pencari kerja lebih banyak karena menjadi tujuan masyarakat untuk mencari pekerjaan. Kondisi ini kerap membuat angka pengangguran di kota relatif lebih tinggi dibanding daerah yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian atau sektor informal.

Sejumlah warga berharap pemerintah dapat memperbanyak program yang mampu menyerap tenaga kerja agar angka pengangguran terus menurun.

Seorang warga Kota Mataram, Adi (35), mengatakan pemerintah perlu memperluas program yang membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“semoga pengangguran di ntb berkurang, perbanyak program2 yg dapat menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Pendapat lain juga disampaikan Alif (40) yang berada di lokasi yang sama. Ia menilai data tersebut masih belum menjelaskan secara rinci latar belakang pendidikan para penganggur di daerah.

“data ini tidak dijelaskan penyumbang pengangguran itu tingkat sekolahnya sampai mana,” ujarnya.

Menurutnya, informasi tersebut penting agar pemerintah dapat mengetahui kelompok pendidikan mana yang paling membutuhkan dukungan program pelatihan maupun peningkatan keterampilan kerja.

Data statistik yang dipublikasikan BPS umumnya diperbarui secara berkala mengikuti rilis terbaru hasil survei ketenagakerjaan nasional. Karena itu, tabel statistik tersebut menjadi salah satu referensi resmi untuk memantau perkembangan tingkat pengangguran di NTB dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data tersebut, Kota Mataram tercatat sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di NTB, yakni sekitar 4,80 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja di kota tersebut, sekitar empat hingga lima orang masih belum memiliki pekerjaan.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!