24 April 2026 | Suara Dalam Berita

Harga Emas Digital Melandai di Tengah Kenaikan Harga Pokok, Warga Was-was Pantau Aplikasi

Harga Emas Digital Melandai di Tengah Kenaikan Harga Pokok, Warga Was-was Pantau Aplikasi
Foto : ​Tangkapan layar grafik harga emas digital pada aplikasi Tring milik Pegadaian per Kamis (23/4/2026). Terlihat tren penurunan tajam pada harga beli yang menyentuh angka Rp27.260 per 0,01 gram setelah sempat melonjak di pertengahan April.

MATARAM – Tren pergerakan harga emas digital pada aplikasi Pegadaian melalui platform Tring menunjukkan grafik yang melandai dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan data pada Kamis (23/04/2026), harga emas kembali mengalami koreksi yang cukup terasa bagi para nasabah yang terbiasa menabung rutin secara digital.

Dalam tampilan aplikasi hari ini, harga beli emas berada di angka Rp27.260 per 0,01 gram. Sementara itu, harga jual kembali (buyback) berada di posisi Rp26.160 per 0,01 gram. Penurunan ini terlihat konsisten jika ditarik dari grafik tujuh hari terakhir, di mana harga sempat menyentuh titik tertinggi sebelum akhirnya menukik tajam menuju akhir April.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di masyarakat, terutama bagi nasabah yang menjadikan emas sebagai instrumen perlindungan nilai. B (35), seorang nasabah Pegadaian Digital yang tinggal di kawasan Bagik Polak, mengaku pergerakan harga ini menjadi topik hangat di lingkungan kerjanya.

"Iya, sudah beberapa hari ini turun terus. Teman-teman di kantor juga pada bahas itu. Saya kurang ngerti pola kenaikan dan turunnya harga emas ini, saya hanya beli dan tabung saja untuk simpanan," ujar B saat diwawancarai, Kamis (23/4).

B juga menyoroti fenomena ekonomi yang dirasa cukup berat bagi masyarakat kecil. Ia merasa ada kontradiksi di mana nilai aset investasi seperti emas sedang melemah, namun di sisi lain, biaya hidup justru merangkak naik.

"Mungkin berpengaruh juga kali ya, terkait kenaikan harga beberapa bahan pokok seperti minyak, air mineral, plastik, sampai bensin. Terus kita sebagai masyarakat harus bagaimana kalau kondisinya begini terus?" tambahnya.

Keresahan serupa disampaikan oleh AZ (30), yang juga merupakan nasabah aktif Pegadaian Digital. Ia melihat penurunan harga emas ini menambah kelesuan kondisi ekonomi secara umum yang dirasakan masyarakat belakangan ini.

"Iya, sekarang emas turun, rasanya semuanya juga lagi lesu. Sebagai masyarakat, kami cuma bisa berharap kondisi semuanya bisa kembali normal," ungkap AZ.

Secara teknis, penurunan harga emas digital pada aplikasi merupakan hal yang lumrah mengikuti pergerakan pasar emas dunia. Namun, bagi nasabah ritel, selisih antara harga beli dan harga jual (spread) menjadi faktor krusial yang dipantau. Saat harga beli berada di angka Rp2,7 jutaan per gram, nasabah diharapkan tetap tenang dan tidak gegabah melakukan penjualan jika tujuan investasinya adalah jangka panjang.

Kenaikan harga bahan pokok seperti bensin dan minyak memang tidak selalu berbanding lurus dengan harga emas secara instan. Emas sering kali merespons kebijakan moneter global dan nilai tukar mata uang, sementara harga pangan lebih dipengaruhi oleh rantai pasok domestik.

Hingga sore ini, grafik di aplikasi Pegadaian masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Bagi para nasabah, situasi ini menjadi ujian kesabaran dalam mengelola portofolio investasi mereka di tengah tekanan kenaikan biaya hidup yang kian nyata.

Link berhasil disalin!