17 April 2026 | Suara Dalam Berita

Atasi Kelangkaan, Pemkab Lombok Timur Guyur Tambahan 24.480 Tabung LPG 3 Kg Mulai Sore Ini

Atasi Kelangkaan, Pemkab Lombok Timur Guyur Tambahan 24.480 Tabung LPG 3 Kg Mulai Sore Ini
Foto : tumpukan gas lpg kosong di beberapa toko di lombok timur

LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bergerak taktis merespons jeritan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Melalui koordinasi maraton bersama PT Pertamina, otoritas setempat memastikan adanya suntikan kuota tambahan yang mulai diguyur ke pasar sejak Senin (06/04/2026).

Langkah darurat ini diambil guna menstabilkan harga dan ketersediaan stok di tingkat pangkalan maupun pengecer yang sempat fluktuatif akibat menipisnya pasokan.

Intervensi Kuota dan Distribusi Prioritas
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan atensi penuh terhadap stabilitas energi rumah tangga. Ia mengungkapkan bahwa usulan daerah telah diterima dan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah sudah dipertimbangkan, dan mulai nanti sore akan ada penebalan kuota. Yang normalnya 35 ribu tabung, alhamdulillah dalam minggu ini ditambah 24.480 tabung,” ujar Juaini Taofik saat dikonfirmasi mengenai kepastian stok.

​Ia menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warga. “Kami bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat. Penambahan kuota ini adalah hasil koordinasi langsung bersama Pertamina agar distribusi LPG 3 kg bisa kembali normal dan tepat sasaran. Kami tidak hanya menambah kuota, tapi juga memastikan pola distribusinya lebih efisien,” tegasnya.

​Untuk tahap awal, pemetaan dampak menunjukkan ada empat wilayah yang memerlukan penanganan prioritas karena tingkat kelangkaan yang cukup tinggi. Keempat kecamatan tersebut meliputi Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba.

​Meskipun fokus awal berada di empat titik tersebut, Sekda menyatakan telah menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pimpinan di 21 kecamatan se-Lombok Timur untuk memantau situasi secara menyeluruh.

“Kami sudah berkomunikasi dengan 21 kecamatan. Namun untuk tahap awal ini, kami fokuskan di titik yang paling membutuhkan agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Masukan dari masyarakat dan media sangat membantu kami dalam memetakan persoalan distribusi. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran” imbuhnya.

Harapan Warga: Jangan Sampai "Zonk" di Kios
Kabar penambahan kuota ini membawa angin segar bagi para ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Namun, di tingkat akar rumput, harapan besar dibarengi dengan kekhawatiran akan ketidaksinkronan informasi stok.
Ika (30), seorang warga Kecamatan Pringgasela, mengaku terus memantau perkembangan informasi melalui jejaring sosial. Ia berharap janji pemerintah mengenai tambahan stok ini bukan sekadar narasi, melainkan fakta yang bisa ditemui di toko-toko terdekat.

"Kami mendengar berita dari sosial media kalau sore ini ada penambahan tabung gas LPG, semoga saja cepat direalisasikan. Kami berharap secepatnya dan semoga stok selalu ada," tutur Ika saat ditemui di kediamannya.

Ika menceritakan pengalamannya yang sempat kecewa saat berburu gas melon tersebut. Informasi yang simpang siur di tingkat pengecer seringkali menyulitkan warga yang sudah telanjur mendatangi lokasi.

"Kemarin pagi ada yang bilang di kios tempat biasa kita beli stoknya ada, pas ke sana ternyata sudah habis katanya. Kami ingin kepastian agar tidak perlu berkeliling jauh hanya untuk satu tabung gas," keluhnya.

Optimalisasi Pengawasan Lapangan
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui dinas terkait juga berencana meningkatkan pengawasan di tingkat pangkalan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya praktik penimbunan atau penjualan yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di tengah situasi sulit.

Dengan tambahan puluhan ribu tabung ini, distribusi LPG 3 kg di Lombok Timur diharapkan kembali mencapai titik keseimbangan dalam waktu singkat. Sinergi antara Pertamina, Pemda, dan pengawasan masyarakat menjadi kunci utama agar subsidi energi ini benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.

Link berhasil disalin!