BREAKING NEWS
05 April 2026 Suara Dalam Berita

Kelangkaan LPG 3 Kg Melanda Lombok Timur, Pangkalan dan Kios Kehabisan Stok

Kelangkaan LPG 3 Kg Melanda Lombok Timur, Pangkalan dan Kios Kehabisan Stok
Foto : gas lpg 3 kg kosong di berbagai wilayah lombok timur

Lombok Timur – Kelangkaan gas elpiji (LPG) tabung 3 kg bersubsidi kembali terjadi di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan pantauan di lapangan, berbagai toko, kios, dan pangkalan resmi yang biasanya menjadi titik distribusi gas bersubsidi tersebut kini dalam kondisi kosong melompong.

Kondisi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan LPG 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga Keluhkan Stok yang Sulit Dicari

Ida (45), seorang warga Kecamatan Pringgasela yang ditemui kemarin (4/4/2026), mengungkapkan kekecewaannya atas kelangkaan yang kembali terjadi. "LPG langka lagi seperti pas Lebaran kemarin. Kami sudah cari ke sana ke mari, tapi hasilnya nihil, kosong semua" keluhnya.

Ia menambahkan, adanya pengumuman dari pihak pemerintah kabupaten yang menyatakan stok LPG di Lombok Timur masih aman, justru menimbulkan tanda tanya besar di benak warga. "Padahal bupati sudah mengumumkan kalau stok LPG di Lombok Timur masih banyak. Kenyataannya di lapangan justru begini. Kami bingung harus bagaimana," ujarnya.

Pangkalan dan Kios Sama-sama Kosong

Hal senada diungkapkan oleh N, warga desa Rensing kecamatan sakra barat, yang ditemui pagi ini, Minggu (5/4/2026). Ia mengaku sudah berkeliling ke sejumlah pangkalan resmi dan kios penjual LPG, namun semuanya mengalami kondisi yang sama: tidak ada stok.

"Beberapa waktu lalu sempat ada, tapi langsung habis dalam hitungan jam. Sekarang di pangkalan kosong, di toko dan kios juga kosong," jelasnya.

Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas rumah tangga. "Ini gimana kita masaknya? Lebih baik pakai kayu saja sepertinya," tambahnya dengan nada pasrah.

“Saya tanya saudara saya di lombok barat stoknya normal dan banyak dijual, tapi di lokbok timur kenapa bisa kosong terus. Mudahan saja tidak ada permainan mafia”, tambahnya.

Khawatir Ganggu Acara Adat 'Begawe'

Kelangkaan ini juga dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan acara adat atau hajatan masyarakat setempat, yang dalam bahasa Lombok dikenal dengan istilah "begawe" – mencakup acara pernikahan, kematian, syukuran, dan kegiatan komunal lainnya.

"Kami berharap gas LPG ini segera normal kembali. Kebetulan di tempat saya saat ini ada yang mau begawe. Kasihan nanti tidak ada gas untuk begawe sembilan harinya," harap seorang warga lainnya.

Dalam tradisi masyarakat Lombok, acara "begawe sembilan hari" merujuk pada rangkaian upacara kematian yang memerlukan persiapan masakan dalam jumlah besar untuk tamu dan keluarga, sehingga ketersediaan LPG menjadi krusial.

Pemerintah Diminta Turun Kelapangan

Menanggapi kondisi ini, masyarakat mendesak pemerintah daerah dan Pertamina sebagai penyalur resmi untuk segera mengambil langkah konkret dan terjun ke lokasi lansung. Transparansi distribusi dan pengawasan terhadap pangkalan menjadi kunci agar LPG 3 kg bersubsidi tepat sasaran dan tidak menumpuk di oknum tertentu..

Bagi warga Lombok Timur, ketersediaan LPG 3 kg bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Semoga kelangkaan ini segera teratasi dan stok kembali normal seperti sedia kala.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!