BREAKING NEWS
27 March 2026 Suara Dalam Berita

Harga Emas Digital Pegadaian Melandai, Investor di Mataram Pilih Wait and See

Harga Emas Digital Pegadaian Melandai, Investor di Mataram Pilih Wait and See
Foto : tangkapan layar dari aplikasi tring by pegadaian

MATARAM – Tren penguatan harga emas yang sempat terjadi beberapa hari terakhir akhirnya menemui titik jenuh. Berdasarkan pantauan pada aplikasi Pegadaian Digital hari ini, Jumat (27/3/2026), harga emas tercatat mengalami koreksi yang cukup terasa bagi para investor ritel. Data terbaru menunjukkan harga beli emas digital berada di angka Rp27.100 per 0,01 gram, atau mengalami penurunan sekitar 1,13 persen. Sementara itu, harga jual kembali (buyback) dipatok pada level Rp26.010 per 0,01 gram, turun tipis 1,14 persen dibandingkan periode perdagangan sebelumnya.

Penurunan ini memicu reaksi beragam dari para pemilik aset emas di Kota Mataram. Imran (35), salah satu nasabah yang ditemui di pusat kota, mengaku cukup terkejut dengan kecepatan perubahan harga kali ini. Menurutnya, volatilitas pasar saat ini sulit ditebak.

"Dua hari yang lalu sempat naik lumayan, tapi sekarang turunnya lebih sadis lagi," keluh Imran saat menunjukkan pergerakan grafik di ponselnya.

Meski angka di layar menunjukkan warna merah, Imran mengaku tidak lantas panik melakukan aksi jual. Baginya, emas digital di Pegadaian masih menjadi instrumen yang paling masuk akal untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Ia memilih untuk menahan kepemilikannya hingga situasi pasar kembali bergairah.

"Saya belum berniat menjualnya. Lebih baik tunggu harga stabil dulu. Kalau dipaksakan jual sekarang, selisihnya lumayan terasa," tambahnya.

Imran juga sempat membandingkan pengalamannya berinvestasi di berbagai platform. Ia menilai karakteristik harga emas di Pegadaian cenderung lebih tenang dibandingkan platform lain seperti Treasury.

"Memang emas Pegadaian terasa lebih stabil. Kalau di platform lain seperti Treasury, harganya bisa beda sekali, mungkin karena perbedaan jenis atau kebijakan internal mereka. Uniknya, kalau harga sedang naik, biasanya harganya baru terlihat mirip-mirip antar platform," jelasnya.

Di lokasi yang sama, sentimen negatif pasar juga dirasakan oleh Anto (39). Pria yang juga aktif memantau pergerakan pasar modal ini melihat adanya kelesuan massal di berbagai instrumen investasi. Menurut Anto, koreksi harga emas ini tidak berdiri sendiri, melainkan dampak dari kondisi makroekonomi global yang sedang tidak menentu.

"Sepertinya dunia sedang tidak baik-baik saja. Bukan cuma emas, saham juga banyak yang anjlok. Investor sepertinya sedang menarik diri atau beralih ke aset yang lebih likuid karena ketidakpastian ini," ujar Anto.

Para analis memperingatkan bahwa pergerakan harga emas digital memang sangat bergantung pada kurs rupiah terhadap dolar serta harga emas dunia. Penurunan sebesar satu persen dalam sehari bagi emas digital merupakan sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam melakukan entry atau pembelian besar.

Bagi masyarakat di Mataram, investasi emas digital tetap menjadi primadona karena kemudahannya yang bisa dibeli dengan nominal sangat kecil. Namun, fluktuasi hari ini menjadi pengingat bahwa emas pun tidak lepas dari risiko pasar. Untuk saat ini, sebagian besar investor lokal memilih langkah wait and see sambil memantau perkembangan geopolitik global yang diyakini menjadi motor utama penggerak harga di masa depan.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!