BREAKING NEWS
27 March 2026 Suara Dalam Berita

IHSG Fluktuatif di Level 7.200, Antara Kepanikan Pemula dan Peluang bagi Investor Senior

IHSG Fluktuatif di Level 7.200, Antara Kepanikan Pemula dan Peluang bagi Investor Senior
Foto : tangkapan layar aplikasi stockbit.

MATARAM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dinamis pada perdagangan Kamis (26/03/2026) tidak hanya menjadi angka di layar monitor, tetapi juga menciptakan riak emosi yang beragam bagi para investor ritel di daerah. Berdasarkan pantauan data Google Finance hingga sore ini, IHSG ditutup pada zona konsolidasi setelah sempat menyentuh level 7.216. 

Kondisi pasar yang naik-turun atau fluktuatif ini ditanggapi dengan sikap kontras oleh para pelaku pasar modal di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bagi mereka yang baru menceburkan diri ke dunia saham, situasi hari ini cukup memicu adrenalin. Akbar (34), seorang investor saham yang kami temui di Mataram, mengakui bahwa fluktuasi pasar hari ini membuatnya cukup tegang. Meski sudah terjun ke pasar modal selama beberapa tahun terakhir, ia mengaku mentalitasnya belum sepenuhnya kebal terhadap koreksi pasar yang tiba-tiba. 

"Jujur saja, kalau melihat kondisi merah begini, ya tetap kita panik. Mungkin karena saya masih kategori pemula, baru beberapa tahun di saham, jadinya belum terlalu terbiasa melihat portofolio menyusut dalam waktu singkat," ungkap Akbar saat berbincang mengenai kondisi pasar sore ini. 

Menurutnya, ketidakpastian global dan pergerakan rupiah yang masih tertahan di kisaran Rp16.904 per dolar AS menambah beban pikiran bagi investor yang memiliki profil risiko moderat. Kepanikan ini seringkali membuat investor muda bimbang antara melakukan cut loss atau tetap bertahan (hold). 

Namun, pandangan berbeda muncul dari kalangan investor yang lebih senior atau mereka yang sudah merasakan asam garam krisis pasar. Di saat pemula merasa cemas, para pemain lama justru melihat koreksi harga sebagai jendela kesempatan. 

"Yang main saham lama, mungkin ini kesempatan," tambah Akbar, menirukan percakapan di kalangan komunitas investor lokal. 

Yadi (33), salah satu investor saham yang kami temui ditempat yang sama di mataram, yadi menjadi pemain saham sekitar 5 tahun juga menyampaikan harapan kedepannya kepada para investor, bahwa keadaan yang fluktuatif seperti ini ditanggapi dengan santai saja. 

"Iya kita santai sambil berdoa saja, semoga kedepannya keadaan jadi lebih stabil", ungkapnya. 

Bagi mereka, penurunan harga pada saham-saham berfundamental kuat adalah momen emas untuk melakukan averaging down atau menambah muatan di harga diskon. Hingga akhir sesi perdagangan, data menunjukkan bahwa sektor perbankan dan industri masih menjadi penekan utama indeks. Namun, volume transaksi yang tetap tinggi menunjukkan adanya aktivitas "serok bawah" oleh para investor besar yang memanfaatkan kepanikan investor ritel. Para analis menyarankan agar investor seperti Akbar tetap tenang dan fokus pada rencana investasi awal. Volatilitas adalah bumbu tak terpisahkan dari pasar saham; kuncinya bukan pada menghindari fluktuasi, melainkan pada ketahanan fundamental perusahaan yang dimiliki.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!