MATARAM – Kinerja keuangan emiten ritel gaya hidup dan olahraga PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bersama anak usahanya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) pada tahun buku 2025 tercatat melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid membuat saham keduanya menjadi perhatian investor.
Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui platform investasi Stockbit, informasi tersebut diakses Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 09.00 WITA.
Sepanjang 2025, MAPI membukukan pendapatan sekitar Rp43,1 triliun, tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini dinilai cukup kuat di tengah dinamika konsumsi masyarakat.
Dari sisi profitabilitas, laba usaha MAPI tercatat sekitar Rp4 triliun, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi ini bahkan mencapai sekitar 110 persen dari estimasi konsensus analis, sehingga dinilai melampaui ekspektasi pasar.
Margin Usaha Meningkat
Kinerja positif tersebut juga didukung oleh membaiknya margin operasional perusahaan. Pada kuartal IV 2025, margin laba usaha MAPI tercatat sekitar 11,5 persen, meningkat dibandingkan 10,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan margin ini terjadi karena pertumbuhan biaya operasional yang lebih terkendali dibandingkan peningkatan penjualan. Beban penjualan, umum, dan administrasi memang meningkat, namun masih sejalan dengan ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan.
Selain itu, peningkatan kinerja juga ditopang oleh pertumbuhan same store sales growth (SSSG) serta pembukaan sejumlah gerai baru di berbagai kota.
MAPA Catat Lonjakan Laba
Kinerja positif juga tercermin pada anak usaha MAPI, yakni MAPA yang fokus pada bisnis ritel olahraga.
Pada kuartal IV 2025, MAPA mencatat laba bersih sekitar Rp559 miliar, melonjak 121 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, laba bersih MAPA tercatat sekitar Rp1,72 triliun, meningkat sekitar 27 persen secara tahunan.
Lonjakan laba tersebut didorong oleh peningkatan margin laba kotor. Pada kuartal IV 2025, margin laba kotor MAPA tercatat sekitar 48,3 persen, lebih tinggi dibandingkan 45,1 persen pada kuartal IV 2024.
Investor Ritel Di Mataram Ikut Memantau
Pergerakan saham MAPI dan MAPA juga menjadi perhatian investor ritel di berbagai daerah, termasuk di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Seorang investor muda di Mataram berinisial ZH (27) mengaku sempat membeli saham MAPA dan merasakan keuntungan dari pergerakan harga saham tersebut.
“Iya kemarin saya beli MAPA, dan lumayan hasilnya. Seandainya beli banyak pasti lumayan juga hasilnya, karena memang sifatnya naik turun,” ujarnya saat ditemui di Mataram.
Sementara itu, investor lainnya berinisial BI (35) mengaku sempat menjual saham yang dimilikinya beberapa minggu lalu karena khawatir harga akan turun.
“Beberapa minggu yang lalu saya jual saja, takutnya turun. Tapi sekarang malah naik,” katanya. Menurutnya, pergerakan saham memang sulit diprediksi sehingga investor harus siap dengan risiko yang ada.