16 May 2026 | Suara Dalam Berita

Harga Emas Digital Treasury Terpantau Turun, Nasabah di Mataram Pilih Jual Simpanannya

Harga Emas Digital Treasury Terpantau Turun, Nasabah di Mataram Pilih Jual Simpanannya
Foto : tangkapan layar harga emas treasury

Mataram – Harga emas digital yang diperdagangkan melalui platform Treasury terpantau mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan pada senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 09.36 WITA, harga beli emas digital berada di kisaran Rp2.544.995 per gram, sementara harga jualnya sekitar Rp2.460.399 per gram.

Grafik pergerakan harga dalam tujuh hari terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Sempat berada di kisaran Rp2,57 juta hingga Rp2,59 juta per gram, harga emas kemudian turun dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan hingga hari ini.

Penurunan harga ini juga terlihat lebih rendah jika dibandingkan dengan harga emas digital yang ditawarkan oleh layanan milik Pegadaian melalui aplikasi Tring!. Dari data yang terlihat pada aplikasi tersebut, harga beli emas berada di kisaran Rp27.330 per 0,01 gram atau sekitar Rp2.733.000 per gram, sedangkan harga jual berada di kisaran Rp26.230 per 0,01 gram atau sekitar Rp2.623.000 per gram.

Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa emas digital pada platform Treasury saat ini berada pada posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan harga emas digital Pegadaian.

Sejumlah investor emas digital mengaku mulai mencermati kondisi tersebut. Salah satunya adalah Hadi (26), warga Kota Mataram yang selama ini menabung emas melalui aplikasi Treasury.

Menurut Hadi, harga emas digital di platform tersebut sudah mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir dan belum menunjukkan kenaikan yang berarti.

“Turun sudah beberapa hari emas Treasury, belum ada kenaikan,” ujarnya saat ditemui di Mataram, Minggu.

Ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk menahan aset emas digitalnya. Namun karena khawatir harga terus menurun, Hadi akhirnya memutuskan untuk menjual seluruh simpanan emasnya.

“Saya mau jual, masih untung sedikit. Karena belinya dulu di harga lebih rendah. Takutnya makin turun makin rugi,” katanya.

Hadi mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah mengamankan keuntungan yang masih tersisa. Meski tidak besar, menurutnya lebih baik menjual saat masih berada di posisi positif dibanding menunggu harga turun lebih jauh.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini dirinya masih memantau perkembangan harga sebelum memutuskan langkah investasi selanjutnya.

“Sudah saya jual semua emas Treasury. Sekarang masih menunggu apakah beli lagi atau pindah ke saham saja,” tambahnya.

Fenomena fluktuasi harga emas digital sendiri cukup dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga sentimen pasar terhadap instrumen investasi yang dianggap lebih menguntungkan.

Meski demikian, sebagian investor masih memandang emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif stabil untuk jangka panjang. Penurunan harga seperti yang terjadi saat ini kerap dianggap sebagai fase koreksi sebelum kembali mengalami kenaikan.

Sementara itu, perbedaan harga antarplatform investasi emas digital juga menjadi perhatian para nasabah. Selain faktor harga, sebagian investor biasanya mempertimbangkan biaya transaksi, kemudahan pencairan, hingga kepercayaan terhadap lembaga penyedia layanan.

Dengan kondisi harga yang masih berfluktuasi, para investor emas digital disarankan untuk terus memantau pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan jual atau beli agar dapat meminimalkan potensi kerugian.

Link berhasil disalin!