MATARAM – Harga emas digital pada aplikasi Pegadaian Digital Service milik PT Pegadaian (Persero) tercatat stagnan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 15.42 WITA melalui aplikasi tersebut, harga emas digital tidak mengalami perubahan signifikan selama tiga hari terakhir.
Pada tampilan grafik periode tujuh hari di aplikasi, terlihat pergerakan harga emas sempat mengalami kenaikan pada awal April. Grafik menunjukkan tren naik dari 30 Maret menuju puncaknya sekitar 1 April 2026. Setelah mencapai titik tertinggi pada periode tersebut, harga kemudian mengalami penurunan pada 3 April sebelum akhirnya bergerak datar hingga 5 April.
Data yang tampil pada Minggu, 5 April 2026 menunjukkan harga jual emas berada di angka Rp26.700 per 0,01 gram. Sementara pada grafik sebelumnya, harga beli emas pada 31 Maret sempat tercatat Rp27.570 per 0,01 gram. Perbedaan tersebut menggambarkan adanya fluktuasi dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya memasuki fase stagnan.
Jika dilihat dari grafik tujuh hari, pola pergerakan harga membentuk kurva naik lalu turun. Setelah penurunan pada 3 April, garis grafik cenderung mendatar hingga 5 April. Titik terakhir pada grafik menunjukkan posisi harga yang relatif sama dalam tiga hari terakhir tanpa kenaikan ataupun penurunan berarti.
Sejumlah nasabah pengguna tabungan emas digital mengaku menyadari kondisi tersebut. Salah seorang nasabah di Mataram yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya sudah memperhatikan harga emas digital di aplikasi sejak beberapa hari terakhir.
“Sudah biasa sih, saya cek dari tiga hari yang lalu. Diam terus di harga itu. Sempat saya mikir apa mungkin aplikasi dan HP saya yang error atau bagaimana, sudah tiga hari stagnan terus” ujarnya saat ditemui Minggu siang.
Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi tersebut karena tujuan menabung emas digital lebih difokuskan untuk investasi jangka panjang.
“Saya sih nabung emas untuk jangka panjang, tidak saya pikirkan mau naik atau turun hari ini, saya biarkan saja. Kalau ada keperluan mendadak baru saya gadai” katanya.
Menurutnya, tabungan emas digital menjadi pilihan karena dinilai lebih praktis dibandingkan menyimpan emas fisik. Selain tidak perlu memikirkan tempat penyimpanan, proses pencairannya juga dianggap lebih cepat.
“Dibandingkan beli emas fisik, repot nyimpannya. Khawatir juga banyak jambret. Enaknya beli digital. Mau digadai juga tidak sampai dua detik langsung cair ke rekening” ujarnya.
Ia berharap dalam beberapa hari ke depan harga emas kembali mengalami kenaikan sehingga nilai tabungannya bisa terus bertambah.
“Semoga beberapa hari ke depan sudah naik lagi. Rencana saya jual buat kuliah anak nanti. Anak masih kecil, rencana pengen nambah lagi tabungannya. Dan yang saya suka dari nabung emas ini adalah kemudahan dalam menabung, dan menggadainya. Jadinya saya lebih pilih nabung emas daripada investasi di saham” tambahnya.
Tabungan emas digital sendiri menjadi salah satu produk investasi yang cukup diminati masyarakat karena memungkinkan pembelian emas dalam jumlah kecil, bahkan mulai dari pecahan 0,01 gram. Selain itu, transaksi dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.
Dengan kemudahan tersebut, banyak nasabah memilih menabung emas digital sebagai instrumen investasi jangka panjang, meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek terkadang mengalami fluktuasi ataupun stagnasi seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.