LOMBOK BARAT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Barat resmi menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 berlangsung. Surat bernomor 800/3/DISDIKBUD/IV/2026 tersebut ditandatangani Kepala Dinas H.L. Najamuddin, ST., MM pada 2 April 2026 di Gerung.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Lombok Barat tersebut, dijelaskan bahwa TKA jenjang SMP akan dilaksanakan pada 6-16 April 2026, sedangkan untuk jenjang SD dijadwalkan pada 20-30 April 2026.
Untuk menciptakan suasana kondusif selama pelaksanaan TKA, seluruh siswa yang tidak mengikuti ujian diwajibkan melaksanakan kegiatan Belajar Dari Rumah. Pelaksanaan BDR dilakukan selama kegiatan TKA berlangsung sesuai jadwal dan gelombang yang ditentukan sekolah masing-masing.
Mekanisme Pembelajaran
Surat edaran tersebut menginstruksikan guru tetap memberikan penugasan dan pembelajaran melalui platform daring seperti WhatsApp, Google Classroom, dan aplikasi lainnya, atau melalui penugasan luring terstruktur. Kepala sekolah diminta memastikan pelaksanaan BDR berjalan dengan baik dan terpantau.
Guru juga diwajibkan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keikutsertaan siswa dalam kegiatan BDR. Siswa diharapkan tetap mengikuti pembelajaran dengan penuh tanggung jawab meskipun belajar dari rumah.
Tanggapan Akademisi
Menanggapi surat edaran ini, salah satu dosen di Lombok Barat yang enggan disebutkan namanya menilai kebijakan ini cukup tepat. Menurutnya, pelaksanaan BDR selama TKA merupakan langkah strategis untuk menjaga konsentrasi siswa yang akan menghadapi ujian.
"Kebijakan ini memberikan ruang bagi siswa untuk fokus mempersiapkan diri. Di sisi lain, pembelajaran tetap berjalan bagi yang tidak ujian. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kualitas pendidikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan program BDR ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan koordinasi antara sekolah, guru, dan orang tua siswa.
Respons Orang Tua Siswa
Sementara itu, Rin, salah satu orang tua murid SD di Lombok Barat, menyambut positif surat edaran tersebut. Menurutnya, kebijakan ini bagus agar anak-anak yang akan ujian bisa fokus tanpa terganggu aktivitas sekolah biasa.
"Iya surat edaran ini bagus agar anak-anak yang akan ujian ini bisa fokus, dan bagi anak-anak yang akan ujian, ini bagus untuk keberlanjutan pendidikannya ke yang lebih lanjut," kata Rin.
Ia juga menambahkan bahwa siswa yang akan menghadapi TKA harus sudah siap dengan segala kelengkapannya, seperti laptop, internet, dan perangkat pendukung lainnya. Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi kunci suksesnya pelaksanaan BDR dan TKA.
"Orang tua juga harus mendukung penuh, memastikan anak belajar di rumah dengan disiplin. Ini momen penting bagi masa depan mereka," tambahnya.
Dengan diterbitkannya surat edaran ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Lombok Barat dapat mempersiapkan pelaksanaan TKA dan BDR dengan optimal demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas.