MATARAM — Universitas Teknologi Mataram (UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis teknologi melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu (Studium Generale) bertema “Artificial Intelligence: Dari Teori ke Implementasi dan Peluang Karier”. Kegiatan yang berlangsung hari Rabu, 22 April 2026 di Aula Lantai 5 Kampus UTM ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 dari berbagai program studi, sebagai bagian dari upaya kampus menanamkan literasi digital sejak awal masa perkuliahan.
Acara dibuka oleh Rektor Universitas Teknologi Mataram, Ir. H. Lalu Darmawan Bakti, M.Sc., M.Kom., yang menegaskan bahwa kecerdasan buatan telah menjadi fondasi penting dalam berbagai sektor industri. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa UTM terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendorong mahasiswa untuk siap bersaing di era transformasi digital.
“Artificial Intelligence bukan lagi sekadar konsep, tetapi keterampilan nyata yang harus dikuasai generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, UTM ingin memastikan mahasiswa memiliki wawasan dan kesiapan menghadapi tantangan teknologi masa depan,” ujar Rektor.
Kuliah tamu menghadirkan narasumber utama Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D., pakar kecerdasan buatan yang juga menjabat sebagai Ketua Artificial Intelligence Universitas Brawijaya serta mantan Dekan Fakultas Ilmu Komputer UB periode 2016–2025. Dalam pemaparannya, Prof. Wayan menguraikan perkembangan pesat AI, mulai dari konsep dasar, algoritma pembelajaran mesin, hingga implementasi nyata dalam dunia industri seperti kesehatan, transportasi, manufaktur, pendidikan, dan bisnis digital.
Ia juga menekankan bahwa peluang karier di bidang AI semakin terbuka luas, baik di sektor swasta, pemerintahan, maupun dunia riset. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi digital akan memiliki nilai tambah yang signifikan di pasar kerja.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Dr. Dwinita Arwidiyarti, S.Kom., M.Kom., yang bertindak sebagai moderator.
Mahasiswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar riset AI, kesiapan industri terhadap otomatisasi, hingga strategi membangun portofolio digital sejak dini. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa UTM terhadap perkembangan teknologi cerdas.
Ketua panitia kegiatan, Lalu Delsi Samsumar, M.Eng., menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari program penguatan kompetensi mahasiswa yang rutin diselenggarakan oleh UTM. “Kami ingin mahasiswa UTM tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat peluang dan tantangan nyata di lapangan. AI adalah masa depan, dan mahasiswa harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” ujarnya.
Penyelenggaraan Studium Generale ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Teknologi Mataram dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. UTM terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang inspiratif dan berkualitas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kampus teknologi yang progresif di Nusa Tenggara Barat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UTM berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi digital, memperluas wawasan teknologi, dan mempersiapkan diri menjadi talenta unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional di era kecerdasan buatan.