Harga Emas Pegadaian Terus Merosot H+3 Lebaran, Nasabah di Sakra Barat Mulai Enggan Cek Aplikasi
Kontributor Miftahul Khairy| 24 March 2026| 153 kali dibaca| 2 menit baca
Foto : aplikasi tring dari pegadaian.
Tren penurunan harga emas di aplikasi Tring by Pegadaian terpantau masih terus berlanjut hingga tiga hari pasca-perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Memasuki waktu siang hari ini, Selasa (24/03/2026), grafik harga logam mulia tersebut justru semakin melandai, memicu beragam reaksi dari para nasabah di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Berdasarkan pantauan langsung pada aplikasi pukul 11.38 WITA, harga beli emas kini bertengger di angka Rp27.510 per 0,01 gram, sementara harga jual kembali (buyback) berada di posisi Rp26.270 per 0,01 gram. Angka ini menunjukkan penurunan beruntun sejak sebelum lebaran hingga hari ini.
Kondisi pasar yang terus memerah ini dirasakan langsung oleh masyarakat di Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat. Nurul (27), salah satu nasabah yang rutin memantau pergerakan harga, mengungkapkan bahwa penurunan ini suda
h terjadi sejak sebelum lebaran hingga tiga hari setelahnya.
"Jadi malas lihat aplikasi Tring. Turun terus," keluh Nurul saat ditemui pada Selasa siang.
Padahal, Nurul mengaku sudah memiliki rencana untuk mencairkan sebagian simpanannya. Namun, melihat harga yang tak kunjung membaik, ia memilih untuk menunda niatnya tersebut.
"Padahal rencana mau jual buat belikan anak sepatu. Semoga besok harganya bisa naik," harapnya.
Di lokasi yang sama, hul (25) juga merasakan dilema serupa. Baginya, harga saat ini masih berada di bawah target nilai investasinya. Ia merasa jika melakukan penjualan dalam waktu dekat, keuntungan yang diharapkan tidak akan tercapai.
"Kalau mau jual sekarang belum balik modal. Nggak sih banyak, cuma beberapa gram. Tapi lumayanlah buat saya," tutur hul.
Hul sebenarnya sempat terpikir untuk memanfaatkan momen harga rendah ini dengan membeli kembali (buy low). Namun, ketidakpastian tren harga membuatnya lebih memilih bersikap waspada.
"Rencana mau beli lagi pas turun, tapi takutnya besok makin turun. Tunggu beberapa hari dah," tambahnya.
Saat ditanya mengenai penyebab turunnya harga y
ang bertepatan dengan momen hari raya, hul mengaku tidak terlalu memahami mekanisme pasar secara teknis, namun ia memiliki spekulasi tersendiri.
"Mungkin yang punya emas pada borong baju atau entahlah, saya kurang paham sistem kenaikan emas," ucapnya sembari tertawa.
Penurunan harga yang terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir ini disinyalir merupakan dampak dari tingginya angka penjualan oleh masyarakat untuk kebutuhan perayaan Idulfitri. Dalam kacamata ekonomi, meningkatnya jumlah aset yang dijual ke pasar sering kali mengakibatkan koreksi harga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda harga akan kembali ke level sebelum lebaran. Para nasabah diimbau untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi agar tidak mengambil keputusan finansial yang terburu-buru di tengah fluktuasi harga yang masih dinamis.