Portalntb.com— Pengelolaan tanah yang terencana dan sesuai dengan tata ruang menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Ekspose Hasil Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) Regional Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring melalui Zoom Meeting tersebut dipimpin Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB, Stanley, S.E., S.SiT., M.M., serta dihadiri para kepala bidang di lingkungan Kanwil BPN NTB.
Ekspose NPGT Regional menjadi forum untuk memaparkan hasil analisis kondisi penatagunaan tanah di tingkat provinsi. Informasi yang disajikan meliputi penggunaan dan penguasaan tanah, ketersediaan lahan, serta kesesuaian pemanfaatannya terhadap rencana tata ruang.
Hasil analisis tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pertanahan di NTB, termasuk dinamika pemanfaatan tanah di berbagai wilayah. Data ini juga penting sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, menegaskan bahwa pemanfaatan tanah perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan aspek ketersediaan lahan, kebutuhan masyarakat, dan kesesuaian tata ruang.
“Tanah bukan sekadar ruang untuk pembangunan, tetapi juga aset penting yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Pemanfaatannya perlu direncanakan dengan baik agar memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ketersediaan data pertanahan yang akurat dan terintegrasi menjadi modal penting untuk mendukung perencanaan wilayah. Dengan demikian, potensi pemanfaatan tanah dapat diidentifikasi secara lebih tepat, sementara risiko ketidaksesuaian penggunaan lahan dapat diantisipasi sejak awal.
Menurutnya, sinergi antara jajaran BPN dan para pemangku kepentingan juga diperlukan agar hasil analisis penatagunaan tanah dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kebijakan pembangunan di daerah.
“Kami berharap hasil NPGT dapat menjadi referensi dalam mendorong penataan dan pemanfaatan tanah yang tertib, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Perencanaan yang baik hari ini akan menjadi fondasi bagi pembangunan wilayah di masa mendatang,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BPN NTB terus mendorong penguatan perencanaan penatagunaan tanah berbasis data sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.