Portalntb.com- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus mematangkan persiapan pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan hewan yang disembelih memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Hultatang menyampaikan, pihaknya telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tim pengawas hewan kurban yang akan bertugas di lapangan.
"Kami sudah menyiapkan SK pengawas hewan kurban, termasuk dokter hewan dan petugas yang akan turun langsung ke desa-desa maupun lokasi penyembelihan," ujarnya. Rabu, (7/5)
Tim tersebut nantinya akan melakukan pengawasan di berbagai titik, mulai dari lingkungan masyarakat, pondok pesantren, hingga lembaga dan yayasan.
Selain itu, proses pendataan jumlah hewan kurban juga tengah dilakukan untuk mengetahui potensi pemotongan tahun ini. Pada 2025, jumlah pemotongan tercatat sebanyak 6.484 ekor, terdiri dari 3.394 sapi dan 3.090 kambing. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024.
Untuk tahun 2026, jumlah hewan kurban diperkirakan kembali mengalami kenaikan sekitar 5 persen.
"Kami melihat tren peningkatan setiap tahun cukup baik, ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam berkurban semakin tinggi," katanya.
Dalam hal pengawasan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan melalui dua tahap, yakni sebelum dan sesudah pemotongan. Pada tahap awal (ante-mortem), petugas memeriksa kondisi fisik hewan, seperti kesehatan kulit, kelengkapan anggota tubuh, serta kondisi mata, hidung, dan gigi.
"Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan surat keterangan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelayakan hewan kurban," jelasnya.
Sementara itu, pemeriksaan pascapemotongan (post-mortem) difokuskan pada organ dalam, seperti limpa dan hati, guna mendeteksi kemungkinan penyakit yang tidak terlihat dari luar.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga memastikan bahwa kondisi kesehatan ternak di Lombok Timur secara umum dalam keadaan baik.
"Secara umum ternak kita aman dan sehat. PMK juga terkendali dan tidak menular ke manusia," tegasnya.
Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan terhadap penyakit antraks, mengingat wilayah Pulau Sumbawa dikenal sebagai daerah endemis.
Upaya pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan rutin bersama Balai Besar Veteriner untuk mendeteksi berbagai penyakit hewan menular, seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan penyakit strategis lainnya.
"Kami terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah kurban dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Dinas Peternakan Lotim optimistis ketersediaan dan kesehatan hewan kurban di Lombok Timur tetap terjaga, sehingga pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berjalan lancar.