LOMBOK TIMUR – Kondisi jalan utama di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, kian memprihatinkan. Jalur yang menjadi urat nadi perekonomian warga itu kini dipenuhi debu tebal saat kemarau dan berubah menjadi kubangan berbahaya saat musim hujan.
Pantauan di lokasi menunjukkan debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, terutama dump truk pengangkut pasir yang rutin melewati jalur tersebut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga sekitar yang setiap hari terpapar debu.
Jalan ini merupakan akses vital yang digunakan berbagai kalangan, mulai dari aktivitas distribusi material, mobilitas warga, hingga jalur ibu-ibu yang mengantar anak-anak ke sekolah. Namun, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut membuat aktivitas tersebut menjadi penuh risiko.
Saat musim kemarau seperti sekarang, debu menjadi persoalan utama. Sementara itu, ketika hujan turun, kondisi jalan justru semakin membahayakan. Air yang menggenang menutupi lubang-lubang besar di badan jalan, sehingga pengendara kerap tidak menyadari adanya kerusakan yang bisa menyebabkan kecelakaan.
Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai jalan yang seharusnya memberikan kenyamanan justru menjadi sumber kekhawatiran bagi masyarakat.
“Memasuki musim kemarau, jalan yang semestinya bisa dinikmati dengan aman dan nyaman oleh warga, termasuk anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah, justru jauh dari harapan. Kondisi jalan yang rusak parah dan berdebu ini menjadi kekhawatiran serius bagi kami di pemerintah desa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/4/2026).
Ia menambahkan, warga yang tinggal di sepanjang ruas jalan kabupaten tersebut mengeluhkan kualitas udara yang buruk akibat debu yang terus beterbangan setiap hari. Anak-anak yang bermain di sekitar jalan juga menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
“Setiap hari masyarakat tidak bisa menghirup udara segar. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut kesehatan dan keselamatan warga,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga setempat, Rendi (35). Ia mengaku kondisi jalan yang berlubang sering memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Jalan ini rusaknya sudah parah sekali. Banyak lubang di mana-mana, dan sering ada pengendara motor yang jatuh karena tidak bisa menghindar. Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah kabupaten lombok timur segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, mengingat jalan tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Tanpa penanganan yang cepat, kondisi ini dikhawatirkan akan terus memburuk dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan ini juga berpotensi menghambat distribusi barang dan jasa yang menjadi penopang ekonomi warga di wilayah tersebut. Perbaikan infrastruktur dinilai menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.






