LOMBOK TIMUR – Peringatan Hari Buruh yang biasanya identik dengan aksi demonstrasi, di Kalijaga Timur justru diisi dengan kegiatan positif. Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijaga Timur bersama warga menggelar gotong royong massal dengan membersihkan saluran irigasi serta memangkas rumput dan pohon liar di sepanjang jalan kabupaten, Kamis (1/5/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton. Ia menegaskan bahwa momentum Hari Buruh menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pemdes Kalijaga Timur merayakan Hari Buruh dengan bergotong royong membersihkan saluran irigasi dan rumput atau pohon liar di sepanjang jalan kabupaten,” ungkap Hiswaton di sela kegiatan.
Sejak pagi hari, puluhan warga tampak antusias membawa peralatan seperti cangkul, sabit, hingga alat pemotong rumput. Mereka menyusuri saluran irigasi yang selama ini mulai tersumbat oleh lumpur dan sampah, sekaligus membersihkan bahu jalan yang ditumbuhi semak liar.
Tak hanya kaum pria, sejumlah warga lain juga ikut berpartisipasi dengan membersihkan sampah serta membantu mengangkut hasil potongan rumput dan ranting ke tempat penampungan sementara.
Menurut Hiswaton, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga untuk mencegah terjadinya banjir akibat saluran air yang tersumbat.
“Kalau saluran irigasi bersih, aliran air lancar. Ini penting untuk pertanian warga dan juga untuk mencegah genangan saat musim hujan,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga berinisial ME (35) mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut. Ia menilai gotong royong seperti ini perlu terus digalakkan karena membawa banyak manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat bagus. Selain lingkungan jadi bersih, kami juga bisa berkumpul dan mempererat kebersamaan. Semoga bisa rutin dilakukan, tidak hanya saat Hari Buruh,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, kegiatan gotong royong juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Jalan kabupaten yang sebelumnya tertutup semak kini terlihat lebih rapi dan aman dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Beberapa pengendara yang melintas pun tampak memperlambat laju kendaraan sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang sedang bekerja. Bahkan, ada yang turut membantu membersihkan area sekitar jalan.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa peringatan Hari Buruh tidak selalu harus diisi dengan aksi turun ke jalan dalam bentuk tuntutan, tetapi juga bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong yang masih terjaga, Pemdes Kalijaga Timur berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain menjaga kebersihan, hal ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas antarwarga.
“Harapan kami, kebersamaan seperti ini tetap terjaga. Karena desa yang bersih dan rapi berawal dari kepedulian warganya sendiri,” tutup Hiswaton.