24 April 2026 | Suara Dalam Berita

Dosen FHISIP Unram Peringati Hari Kartini, Dorong Kreatif dan Inovatif dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Dosen FHISIP Unram Peringati Hari Kartini, Dorong Kreatif dan Inovatif dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Foto : Sejumlah dosen Fakultas FHISIP Universitas Mataram berfoto bersama mengenakan kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April, sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan perempuan dan semangat emansipasi di lingkungan akademik.

MATARAM – Suasana hangat dan penuh makna terlihat di lingkungan Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram (Unram) pada peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Para dosen perempuan tampil anggun mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan di Indonesia.

Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan juga ruang refleksi atas peran perempuan, khususnya di dunia akademik dan hukum. Dengan balutan kebaya beragam warna dan motif, para dosen menunjukkan bahwa identitas budaya dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme dan intelektualitas.

Kegiatan peringatan juga semakin semarak dengan prosesi potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan antar sivitas akademika. Tradisi ini menjadi simbol harapan akan keberkahan, kemajuan, serta kekuatan kolektif perempuan dalam mendorong perubahan, khususnya di bidang ilmu hukum.

Salah satu tokoh yang turut menyampaikan pesan penting dalam peringatan tersebut adalah Prof. Dr. Hj. Rodliyah, S.H., M.H. Beliau menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus hidup dalam diri generasi muda, terutama perempuan yang berkecimpung di bidang hukum.

“Harapan kami, Kartini-Kartini muda saat ini mampu menjadi pribadi yang lebih kreatif dan inovatif dalam mendorong kemajuan, khususnya dalam ilmu hukum,” ujarnya.

Menurut beliau, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang tidak hanya adaptif, tetapi juga solutif. Perempuan, kata beliau, memiliki peran strategis dalam membentuk arah perkembangan hukum di Indonesia, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Beliau juga menyoroti pentingnya keberanian perempuan untuk mengambil peran lebih besar di ruang-ruang publik. Tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak utama perubahan. Dalam konteks akademik, hal ini tercermin dari meningkatnya kontribusi dosen dan mahasiswa perempuan dalam berbagai riset dan diskursus hukum.

Peringatan Hari Kartini di Fakultas FHISIP Unram ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari akses pendidikan, representasi di posisi strategis, hingga kesenjangan dalam praktik profesional.

Namun demikian, optimisme tetap terjaga. Semangat Kartini dinilai terus relevan, terutama dalam mendorong perempuan untuk tidak berhenti belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar sivitas akademika. Selain mengenakan kebaya dan potong tumpeng, para dosen turut mengabadikan momen kebersamaan sebagai simbol solidaritas dan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan hukum.

Dengan semangat yang diusung, diharapkan peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata. Perempuan diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta berperan aktif dalam menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan berkeadilan.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, peran perempuan menjadi semakin krusial. Kartini masa kini dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, dan berintegritas.

Melalui momentum ini, Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unram menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan, sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan Kartini kepada generasi penerus bangsa.

Link berhasil disalin!