02 May 2026 | Suara Dalam Berita

Harga Emas Digital Fluktuatif, Warga Lombok Barat Manfaatkan Momentum untuk Investasi Jangka Panjang

Harga Emas Digital Fluktuatif, Warga Lombok Barat Manfaatkan Momentum untuk Investasi Jangka Panjang
Foto : Tangkapan layar grafik pergerakan harga emas digital dalam 7 hari terakhir yang menunjukkan fluktuasi signifikan, dengan harga sempat turun ke kisaran Rp26.000 per 0,01 gram sebelum kembali naik hingga sekitar Rp27.160 per 0,01 gram.

LOMBOK BARAT – Pergerakan harga emas digital pegadaian dalam sepekan terakhir menunjukkan tren fluktuatif yang cukup tajam. Berdasarkan data aplikasi tring dari pegadaian, harga beli emas sempat menyentuh kisaran Rp26.000 per 0,01 gram sebelum kembali naik ke level Rp27.160 per 0,01 gram pada 28 April 2026.

Grafik pergerakan selama tujuh hari memperlihatkan tren penurunan yang cukup signifikan sejak 26 April. Harga emas perlahan turun hingga mencapai titik terendah sekitar 30 April, sebelum akhirnya kembali mengalami kenaikan secara bertahap hingga awal Mei. Sementara itu, pada sisi harga jual, tercatat berada di angka Rp25.920 per 0,01 gram pada 2 Mei 2026.

Fluktuasi ini dinilai sebagai hal yang wajar dalam instrumen investasi emas, terutama emas digital yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai tukar mata uang. Dalam grafik terlihat pola “turun-naik” (downtrend lalu rebound), di mana harga sempat melemah cukup dalam sebelum kembali menguat, meskipun belum menyentuh titik tertinggi sebelumnya.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai peluang untuk membeli di harga rendah. Salah satunya diungkapkan oleh seorang warga Lombok Barat, Bi, yang mengaku aktif memantau pergerakan harga emas digital.

“Waktu kemarin sempat di angka Rp26 ribuan per 0,01 gram, itu turun jauh. Saya langsung beli sekitar Rp1,5 juta. Besoknya sudah naik lagi ke Rp27 ribuan. Lumayan ada kenaikan,” ujarnya.

Meski demikian, Bi menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan untuk mencari keuntungan jangka pendek dari selisih harga. Ia lebih melihat emas sebagai instrumen tabungan jangka panjang yang relatif aman.

“Saya tidak terlalu pikirkan naik-turunnya harian. Memang dari awal niatnya untuk tabungan jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, fluktuasi harga justru menjadi peluang bagi investor kecil untuk mengakumulasi aset saat harga turun. Ia juga menilai kemudahan akses melalui aplikasi digital membuat masyarakat semakin tertarik berinvestasi emas, meskipun dengan nominal yang tidak besar.

Fenomena ini mencerminkan meningkatnya literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan instrumen investasi yang cenderung stabil dalam jangka panjang. Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pengamat pasar juga menyebutkan bahwa pola pergerakan seperti yang terjadi saat ini merupakan siklus normal. Penurunan harga dalam jangka pendek biasanya dipengaruhi oleh sentimen global, namun dalam jangka panjang emas cenderung mengalami kenaikan nilai.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi, tidak terpancing euforia kenaikan atau kepanikan saat harga turun. Pendekatan jangka panjang seperti yang dilakukan Bi dinilai menjadi strategi yang lebih aman, terutama bagi investor pemula.

Fluktuasi harga emas dalam beberapa hari terakhir pun menjadi pengingat bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko, namun juga peluang. Bagi sebagian warga, momentum penurunan harga justru menjadi waktu terbaik untuk mulai berinvestasi.

Link berhasil disalin!