BREAKING NEWS
27 March 2026 Suara Dalam Berita

Harga Emas Treasury Hari Ini Anjlok di Level Rp2,5 Juta per Gram, Nasabah di Mataram Mulai Hijrah ke Pegadaian

Harga Emas Treasury Hari Ini Anjlok di Level Rp2,5 Juta per Gram, Nasabah di Mataram Mulai Hijrah ke Pegadaian
Foto : tangkapan layar dari aplikasi dana.

MATARAM — Dinamika pasar logam mulia di awal pekan ini menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif, khususnya bagi platform investasi emas digital, Treasury. Berdasarkan pantauan langsung dari grafik harga di aplikasi Treasury pada Jumat, 27 Maret 2026, harga emas Treasury terpantau mengalami tren penurunan yang cukup signifikan, bahkan jatuh ke level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini memicu reaksi dan sentimen negatif dari para nasabah di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan analisis grafik pergerakan harga Treasury, terlihat pola penurunan yang konsisten setelah sempat mencapai titik puncak sementara beberapa hari yang lalu. Data real-time pada aplikasi, sebagaimana dipantau pada pukul 12.01 WITA, menunjukkan angka-angka berikut:

Grafik Harga Beli: Per tanggal 25 Maret 2026, harga beli emas Treasury masih bertahan di level Rp2.594.655 per gram. Namun, hanya dalam kurun waktu lima hari, grafik tersebut terjun bebas.
Update Hari Ini: Harga beli terbaru kini anjlok dan berada di level Rp2.559.033 per gram.
Selisih: Penurunan yang terjadi mencapai sekitar Rp35.622 per gram.

Sementara itu, untuk opsi jual kembali (buyback) oleh nasabah, harga jual terbaru tercatat di angka Rp2.474.118 per gram. Harga ini juga terpantau merosot, memberikan tekanan psikologis tersendiri bagi investor yang berencana mencairkan aset mereka dalam waktu dekat.

Pergerakan harga yang "melonjak turun" di platform Treasury ini menjadi keluhan utama bagi nasabah di Kota Mataram. Salah satu nasabah aktif Treasury, Zulfan (29), mengaku merasa sangat dirugikan dengan pola fluktuasi harga yang dinilainya terlalu ekstrem dan tidak terduga.

"Emas Treasury harganya melonjak turun," ungkap Zulfan dengan nada kecewa saat ditemui di salah satu kedai kopi di Mataram pada jumat siang.

Menurutnya, stabilitas harga adalah faktor kunci dalam investasi jangka panjang, dan Treasury dianggap kurang memenuhi kriteria tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Ketidakstabilan ini membuatnya mulai meragukan prospek jangka panjang di platform tersebut.

"Saya mau jual dan mau pindah ke Pegadaian, Treasury ini tidak stabil," tegasnya.

Zulfan lebih lanjut membandingkan pengalaman investasinya dengan memantau pergerakan harga di Pegadaian Digital. Baginya, meskipun Fluktuasi harga adalah hal yang lumrah dalam investasi emas, pola di Pegadaian cenderung lebih terukur dan tidak se-volatil Treasury.

"Pegadaian lebih stabil dari Treasury, saya sekarang mau buat akun dan daftar di Pegadaian Digital," jelas Zulfan mengenai langkah konkret yang akan segera diambilnya.

Nasabah muda ini juga merasa bingung dengan fenomena yang sedang terjadi, terutama mengenai selisih harga yang cukup mencolok antara kedua platform tersebut.

"Saya juga tidak paham kenapa selisihnya dengan Pegadaian sangat jauh," pungkasnya.

Penurunan harga di Treasury diduga merupakan respon pasar terhadap kombinasi faktor ekonomi global dan aksi ambil untung kolektif di tingkat nasional setelah sempat mencapai harga tertinggi. Di tingkat lokal, kekhawatiran nasabah seperti Zulfan merupakan cerminan dari psikologi pasar yang memprioritaskan keamanan aset di atas potensi keuntungan yang tinggi namun berisiko.

Fenomena "hijrah" nasabah dari platform digital lain ke Pegadaian Digital menunjukkan bahwa faktor kepercayaan pada institusi BUMN dan stabilitas harga masih menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat di wilayah NTB dalam memilih instrumen investasi, khususnya logam mulia. Hingga berita ini diturunkan, pergerakan harga di Treasury diharapkan akan segera mencapai titik jenuh dan kembali ke fase pemulihan.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!