24 April 2026 | Suara Dalam Berita

Harga Emas Digital di Pegadaian Anjlok, Nasabah di Lombok Barat Mulai Cemas

Harga Emas Digital di Pegadaian Anjlok, Nasabah di Lombok Barat Mulai Cemas
Foto : tangkapan layar aplikasi tring dari pegadaian.

MATARAM – Tren pergerakan harga emas digital pada aplikasi Tabungan Emas Pegadaian kembali menunjukkan tren negatif pada penutupan pekan ini. Berdasarkan pantauan data real-time pada Jumat (24/4/2026) pukul 18.05 WITA, harga emas mengalami koreksi cukup tajam yang memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi pasar logam mulia hari ini terpantau lesu. Data dari aplikasi digital milik Pegadaian menunjukkan penurunan harga beli sebesar -0,11 persen, sementara harga jual (buyback) turut merosot di angka -0,08 persen. Secara nominal, harga beli berada di level Rp27.230 per 0,01 gram, sedangkan harga jual jatuh ke angka Rp26.140 per 0,01 gram.

Melihat grafik perkembangan dalam tujuh hari terakhir (18 April – 24 April), harga emas tampak gagal mempertahankan momentum rebound-nya. Setelah sempat mengalami fluktuasi stabil pada awal pekan, grafik menunjukkan kurva yang menukik tajam sejak 22 April hingga mencapai titik terendahnya pada petang ini.
Pelemahan ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang tinggi atau pengaruh sentimen global yang membuat nilai tukar emas terhadap rupiah menjadi kurang kompetitif. Para analis menilai kondisi "melemah dan lesu" ini sebagai fase jenuh beli, namun bagi para nasabah harian, penurunan ini terasa cukup menyesakkan.

Kelesuan pasar ini berdampak langsung pada psikologi para pemilik saldo emas digital. B (35), salah seorang nasabah asal Lombok Barat, mengaku terkejut saat memeriksa kembali portofolionya di aplikasi sore ini.
"Iya, baru saya buka lagi aplikasinya, malah makin turun terus dari hari kemarin. Pusing saya lihatnya," ujar B saat ditemui awak media di sela aktivitasnya, Jumat (24/4). 

Meski mengeluh, ia menyampaikan hal tersebut sambil tertawa getir, menggambarkan fenomena panic watching yang dialami banyak investor muda saat ini.
Ia menceritakan bahwa tren penurunan ini sebenarnya sudah menjadi buah bibir sejak pagi hari. "Tadi pagi saya dikirimi pesan WhatsApp oleh teman, dia perlihatkan grafik emas yang merah. Saya balasnya cuma 'buset, turun lagi'," tambahnya.

Keresahan senada juga diungkapkan oleh nasabah lain di lokasi yang sama. Baginya, penurunan harga emas terasa sangat kontras dengan kondisi biaya hidup saat ini. "Memang kacau. Bagaimana kita bisa hidup, kebutuhan yang lain pada naik, tapi nilai simpanan emas justru turun," keluh pria yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Penurunan harga emas di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok memang menjadi anomali yang sulit diterima bagi masyarakat awam yang menjadikan emas sebagai instrumen pelindung nilai (hedging). Secara teori, emas seharusnya menjadi aset aman (*safe haven*) saat inflasi naik, namun fluktuasi jangka pendek seringkali dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga dan penguatan mata uang asing.

Bagi nasabah di daerah seperti Mataram dan Lombok Barat, emas digital sebelumnya dianggap sebagai solusi praktis untuk menabung mulai dari nominal kecil. Namun, dengan kondisi market yang sedang "merah" seperti saat ini, para investor diharapkan tidak gegabah dalam mengambil keputusan jual (cut loss).

Hingga berita ini diturunkan, pergerakan harga masih fluktuatif di level bawah. Para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau pembaruan harga secara berkala dan melihat prospek jangka panjang sebelum melakukan transaksi besar di tengah tren pelemahan ini.

Link berhasil disalin!