LOMBOK TIMUR - Peristiwa tragis menimpa seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Bocah bernama RJ (11) dilaporkan meninggal dunia setelah diserang kawanan anjing liar di wilayah Dusun Mertak Bireng, Desa Semaya, Kecamatan Sikur, pada Senin sore (13/4/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Kronologis Kejadian
Korban yang merupakan siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Darul Fikri itu diketahui tengah bermain layang-layang bersama seorang temannya, Ikbal (10), di area persawahan yang berjarak kurang lebih 600 meter dari rumahnya. Situasi yang awalnya normal berubah menjadi mencekam ketika empat ekor anjing liar tiba-tiba muncul dan langsung menyerang korban.
Serangan terjadi dengan cepat. Korban tidak sempat melarikan diri saat hewan-hewan tersebut menggigit beberapa bagian tubuhnya. Ikbal yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Upaya Penyelamatan Warga
Teriakan tersebut didengar oleh Maliki (40), warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Ia segera mendatangi tempat kejadian dan berusaha menyelamatkan korban dengan tangan kosong. Namun, upaya tersebut membuatnya ikut diserang. Maliki mengalami luka robek di bagian tangan kanan akibat gigitan anjing saat mencoba menghalau.
Tak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan dan bersama-sama mengusir kawanan anjing liar tersebut. Setelah situasi mulai terkendali, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sikur.
Kondisi Korban
Sesampainya di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Petugas medis menyebut korban mengalami kehabisan darah akibat luka gigitan serius di beberapa bagian tubuh.
Kapolsek Sikur, Iptu Abdul Hadi, membenarkan kejadian tersebut. “Korban mengalami luka gigitan serius di beberapa bagian tubuh seperti leher, punggung, dan perut. Luka tersebut menyebabkan korban kehilangan banyak darah hingga akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga. “Kami bersama tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.
Tanggapan Warga
Kejadian ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya. “Kami berharap anjing-anjing liar ini segera ditangani secara tegas. Kasihan anak-anak yang sering bermain di luar, mereka jadi tidak aman,” tuturnya.
Warga lainnya juga menyampaikan harapan serupa. “Kalau bisa anjing liar ini dihabisi saja, karena sudah sangat meresahkan dan membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak,” ungkapnya.
Langkah Penanganan
Pasca kejadian, Tim Inafis Satreskrim Polres Lombok Timur melakukan olah tempat kejadian perkara. Aparat kepolisian turut berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta petugas kesehatan hewan untuk mengambil langkah penanganan.
Upaya yang dilakukan meliputi penertiban anjing liar yang dianggap membahayakan warga. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi aktivitas anak-anak saat berada di luar rumah.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak terkait pentingnya pengendalian hewan liar di lingkungan permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.