MATARAM – Sebuah video viral menyebar yang memperlihatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) digunakan untuk menjemput penumpang di Bandara Internasional Lombok viral di media sosial pada (31/03). Dalam video yang beredar, terdengar suara seseorang yang menyoroti penggunaan kendaraan tersebut.
“Mobil MBG dipakai menjemput di Bandara Internasional Lombok, gimana ini Prabowo,” ucap seseorang yang belum diketahui identitasnya dalam rekaman video tersebut.
Video itu kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet setelah beredar luas di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Koordinator Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Nusa Tenggara Barat dari Badan Gizi Nasional, Eko Prasetyo, mengaku pihaknya telah menerima laporan terkait penggunaan mobil operasional MBG yang diduga tidak sesuai peruntukannya.
Ia mengatakan, pihaknya di wilayah NTB akan melakukan pendataan terhadap kendaraan operasional MBG yang ada di masing-masing SPPG.
“Kalau sudah terdeteksi, rencana tindak lanjut dari kami di wilayah akan didatakan mobil MBG di masing-masing SPPG,” ujarnya.
Eko juga menegaskan kendaraan tersebut seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan operasional program MBG, terutama untuk kegiatan distribusi makanan.
“Jadi kami tegaskan sangat tidak boleh mobil SPPG dipakai ke mana pun kecuali antar ompreng. Intinya tidak diperkenankan, kami sewa untuk distribusi MBG dan ambil ompreng kembali,” tegasnya.
Video tersebut juga dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan telah ditonton ribuan kali oleh warganet. Kolom komentar pada unggahan video itu pun dipenuhi beragam tanggapan hingga mencapai ribuan komentar. Sebagian warganet menyayangkan jika kendaraan yang digunakan untuk mendukung program pemerintah dipakai di luar kepentingan operasional. Namun, ada juga yang memberikan tanggapan berbeda dan menilai kemungkinan penggunaan kendaraan tersebut terjadi karena alasan tertentu atau kebutuhan mendesak. Salah satunya Imran (35), warga yang ditemui di Mataram. Menurutnya, penggunaan kendaraan tersebut bisa saja terjadi karena kondisi tertentu.
“Itu kan bukan mobil dinas, mungkin saja dia yang beli bensin, dan ada kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Meski begitu, ia berharap kendaraan yang digunakan untuk mendukung program pemerintah tetap digunakan sesuai dengan fungsinya agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengunggah video maupun dari pihak yang terlihat dalam rekaman tersebut. Identitas perekam dan pihak yang diduga menggunakan kendaraan operasional MBG itu juga belum diketahui secara pasti.