10 May 2026 | Suara Dalam Berita

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Terjadi di Sejumlah Kecamatan di Lombok Timur, Warga Kesulitan Mencari Stok

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Terjadi di Sejumlah Kecamatan di Lombok Timur, Warga Kesulitan Mencari Stok
Foto : portalntb.com. Tumpukan LPG 3 Kg yang kosong di berbagai toko.

Kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur sejak Hari Raya Idul Fitri. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena gas elpiji menjadi kebutuhan utama untuk memasak, terutama pada momen Lebaran ketika aktivitas memasak di rumah meningkat. Berdasarkan pantauan pada Minggu pagi (22/03/2026), kelangkaan gas elpiji terjadi di beberapa wilayah seperti Kecamatan Pringgasela, kecamatan sakra dan Kecamatan Sakra Barat. 

Sejumlah kios pengecer yang biasanya menjual gas elpiji terlihat tidak memiliki stok karena pasokan dari agen belum diantarkan. Beberapa penjual bahkan mengaku stok gas elpiji di kios mereka telah habis sejak hari sebelumnya, tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri. Salah seorang penjual gas elpiji di Kecamatan Sakra Barat, Imah (40), mengatakan stok gas di kiosnya telah kosong sejak kemarin dan hingga pagi ini belum ada pengiriman dari agen. 

“Stok kita habis, agen belum datang antarkan dari kemarin,” ujar Imah saat ditemui pada Minggu pagi. 

Ia menuturkan sejak pagi banyak warga datang menanyakan ketersediaan gas elpiji, namun dirinya tidak bisa melayani karena stok benar-benar habis. 

“Iya, dari tadi pagi banyak orang cari gas,” katanya. 

Menurutnya, kelangkaan ini cukup terasa karena permintaan gas elpiji meningkat saat Lebaran. Banyak warga membutuhkan gas untuk memasak berbagai hidangan khas Idul Fitri bagi keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh warga yang harus berkeliling mencari gas elpiji di sejumlah kios pengecer. 

Salah seorang warga Pringgasela, Ika (30), mengatakan dirinya sudah mencoba mencari gas elpiji di beberapa tempat langganannya, namun semuanya kosong. 

“Kami sudah cari di beberapa penjual biasa tempat kami beli, tapi kosong,” kata Ika. Ia bahkan mengaku telah mencari hingga ke wilayah lain di Kecamatan Sakra, namun tetap tidak menemukan stok gas elpiji yang tersedia. 

“Saya sudah mencari sampai ke Paok Motong, Sakra, tapi kosong,” ujarnya. 

Ika berharap distribusi gas elpiji dapat segera dilakukan sehingga warga tidak semakin kesulitan, terutama karena gas sangat dibutuhkan untuk memasak di hari Lebaran. 

“Semoga siang ini stok datang,” tambahnya. 

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini membuat sebagian warga harus menunda aktivitas memasak atau mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan dapur. Padahal pada momen Idul Fitri, kebutuhan memasak biasanya meningkat karena banyak keluarga menyiapkan hidangan untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi. Warga berharap pasokan gas elpiji dari agen segera didistribusikan ke tingkat pengecer agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Hingga berita ini ditulis, sejumlah kios penjual di wilayah Pringgasela dan Sakra Barat masih menunggu pengiriman gas elpiji dari agen.

Link berhasil disalin!