LOMBOK TIMUR – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur kini menjadi perhatian masyarakat pengguna jalan. Jalur strategis yang membentang dari wilayah Kute dan Awang menuju Jerowaru tersebut dilaporkan mengalami penyempitan akibat pertumbuhan vegetasi liar yang merambah ke badan jalan.
Informasi ini awalnya mengemuka melalui unggahan MH di media sosial Facebook. Berdasarkan rekaman video yang dibagikan, rimbunnya semak belukar di sisi kiri dan kanan jalan terlihat mulai menutupi sebagian aspal, yang memicu kekhawatiran mengenai aspek keamanan dan kenyamanan berkendara di jalur lintas selatan tersebut.
Menanggapi informasi yang beredar, tim redaksi telah melakukan konfirmasi langsung kepada MH melalui media sosial. Dalam penjelasannya, MH membenarkan kondisi tersebut dan menekankan pentingnya jalur ini sebagai urat nadi transportasi masyarakat serta akses utama bagi wisatawan.
"Jalur ini merupakan jalur penghubung dua kabupaten, Lombok Tengah ke Lombok Timur, dari Kute/Awang ke Jerowaru. Jalur ini hampir setiap hari ramai sekali dilalui oleh wisatawan mancanegara," ungkap MH saat memberikan keterangan yang dikonfirmasi kembali oleh redaksi.
Dalam unggahan videonya, MH secara spesifik menyoroti perlunya pemeliharaan rutin yang sebelumnya pernah berjalan dengan baik. Ia menyampaikan harapan agar pihak berwenang memberikan atensi pada jalur ini, mengingat pertumbuhan semak yang rimbun memaksa pengendara untuk mengambil jalur tengah dan berebut ruang jalan yang tersisa.
Jalur Kute-Jerowaru merupakan akses vital yang mendukung mobilitas antar-kabupaten di sisi selatan Pulau Lombok. Sebagai jalan yang menghubungkan destinasi wisata unggulan, kondisi jalan yang bersih dan luas menjadi faktor kunci dalam menjaga citra positif pariwisata daerah di mata internasional.
Melalui videonya, MH menyebutkan bahwa kondisi rimbunnya semak ini berisiko meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya lebar jalan efektif yang dapat digunakan oleh kendaraan, sehingga risiko bersenggolan saat berpapasan menjadi lebih tinggi.
"Semoga di-atensi, karena sering sekali terjadi kecelakaan di jalur ini akibat harus berebut jalur yang tersisa oleh rimbunnya semak. Izin mohon di-atensi Bapak Kadis PU Provinsi," ujarnya dalam video yang beredar tersebut.
Masyarakat mencatat bahwa pemeliharaan di jalur ini sangat krusial, terutama karena vegetasi tropis di wilayah tersebut tumbuh sangat cepat. Harapan akan kembalinya jadwal pemeliharaan rutin, seperti yang pernah dirasakan pada periode-periode pemerintahan sebelumnya.
Pembersihan dahan dan pembabatan rumput liar di sepanjang bahu jalan diharapkan dapat segera direalisasikan. Langkah ini diyakini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengembalikan estetika jalur lintas selatan yang menjadi salah satu rute favorit wisatawan saat berkunjung ke Lombok.
Hingga berita ini diturunkan, aspirasi tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fokus utama masyarakat adalah terciptanya akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak bagi warga lokal maupun wisatawan yang melintas di sepanjang jalur Kute hingga Jerowaru.