24 April 2026 | Suara Dalam Berita

Tragedi Berdarah di Gunungsari: Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayah Kandung Hingga Tewas

Tragedi Berdarah di Gunungsari: Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayah Kandung Hingga Tewas
Foto : Sejumlah petugas kepolisian dari tim Inafis bersama aparat TNI melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban, Dusun Montong Sager, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (18/04/2026).

LOMBOK BARAT – Suasana tenang di Dusun Montong Sager, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, seketika berubah menjadi mencekam pada Sabtu (18/04/2026) siang. Sebuah insiden domestik yang memilukan merenggut nyawa seorang lansia berinisial RS, yang diduga kuat tewas setelah terlibat cekcok fisik dengan putri kandungnya sendiri, YA.

Peristiwa yang menggegerkan warga Kabupaten Lombok Barat ini terjadi di tengah terik matahari sekitar pukul 10.30 WITA. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik aksi nekat sang anak yang tega mencelakai orang tuanya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ketegangan bermula dari dalam rumah korban. Dua orang saksi mata yang saat itu sedang beraktivitas di sebuah usaha jasa katering tak jauh dari lokasi kejadian mengaku mendengar suara keributan yang tidak biasa.

"Suaranya sangat keras, seperti ada barang pecah dan teriakan histeris. Kami langsung lari keluar untuk melihat apa yang terjadi," ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan identitasnya.

Saat tiba di depan rumah korban, para saksi melihat pemandangan yang menyayat hati. RS dan YA tengah terlibat perkelahian sengit. Meski saksi sudah berupaya sekuat tenaga untuk melerai dan memisahkan keduanya, aksi kekerasan tersebut sempat berlangsung selama beberapa saat sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.

Setelah berhasil dipisahkan, kondisi sempat mereda sejenak. Namun, dampak dari benturan fisik dan tekanan emosional tersebut tampaknya terlalu berat bagi tubuh renta RS. Pria lanjut usia itu tiba-tiba jatuh pingsan di hadapan warga yang berkerumun.

Melihat wajah korban yang bersimbah darah, warga sempat memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan luka menggunakan tisu seadanya. Dengan menggunakan sepeda motor, warga kemudian bergegas mengevakuasi korban ke Puskesmas Gunungsari.

Namun takdir berkata lain. Setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis menyatakan bahwa RS telah mengembuskan napas terakhirnya. Luka yang diderita serta faktor kelelahan diduga menjadi pemicu utama kegagalan fungsi tubuh korban.

Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar. Banyak yang tidak menyangka bahwa hubungan darah antara ayah dan anak bisa berakhir dengan tragis di ujung kekerasan.

Seorang warga setempat yang menyaksikan proses evakuasi mengungkapkan rasa tidak percaya atas kejadian ini. "Saya benar-benar kaget dan heran. Rasanya tidak masuk akal, ada anak perempuan yang tega menganiaya ayah kandungnya sendiri sampai meninggal dunia seperti ini. Padahal selama ini lingkungan kami relatif tenang," ungkapnya.

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Gunungsari bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Tim identifikasi langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan barang bukti dan mencari petunjuk tambahan terkait penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek Gunungsari mengonfirmasi bahwa terduga pelaku, YA, saat ini telah diamankan di sel tahanan Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Pelaku sudah kami amankan. Fokus kami saat ini adalah menggali keterangan dari saksi-saksi dan pelaku untuk mengetahui motif sebenarnya. Kami juga sedang menunggu hasil visum resmi dari pihak medis," ujar perwakilan kepolisian.

Tragedi di Dusun Montong Sager ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dan penanganan konflik domestik. Kini, YA harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, sementara warga Desa Taman Sari hanya bisa meratapi kepergian RS yang tewas di tangan darah dagingnya sendiri.

Link berhasil disalin!