Suasana malam di kawasan Pagesangan, Kota Mataram, mendadak berubah mencekam pada Jumat malam (22/05/2026). Perkelahian antara dua pria muda di sebuah rumah kos berujung tragis setelah seorang pemuda berinisial RI (19), warga Pagesangan Barat, dilaporkan meninggal dunia usai terlibat duel dengan pria berinisial AM (23).
Insiden yang mengejutkan warga tersebut diduga dipicu persoalan utang piutang yang melibatkan keluarga korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula saat AM mendatangi wilayah Ampenan untuk menagih utang kepada ibu mertua korban. Situasi kemudian berkembang ketika RI mendatangi tempat kos AM di kawasan Pagesangan.
Sejumlah saksi menyebutkan, suasana sempat memanas sebelum keduanya terlibat perkelahian. Korban diketahui datang dengan membawa dua senjata tajam. Namun saat bentrokan terjadi, tidak terlihat adanya penggunaan senjata tersebut oleh kedua pihak.
Dalam perkelahian itu, korban disebut sempat beberapa kali melayangkan pukulan. Namun situasi berubah drastis ketika RI tiba-tiba terjatuh dan kehilangan kesadaran di lokasi kejadian. “Beberapa saat setelah perkelahian, korban mendadak jatuh dan pingsan. Penyebab pastinya belum diketahui,” ujar salah seorang sumber di sekitar lokasi.
Warga bersama saksi lainnya segera memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit di Kota Mataram. Namun upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil setelah tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Kasus ini langsung mendapat penanganan dari pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 20.30 Wita. Aparat segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan AM beserta barang bukti.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah RI dibawa ke rumah sakit guna menjalani autopsi oleh tim forensik. Polisi juga telah memfasilitasi keluarga korban dalam pembuatan laporan resmi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta motif di balik peristiwa yang berujung maut tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh spekulasi selama proses hukum berlangsung. “Kami meminta masyarakat menahan diri dan mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tegas Kasat Reskrim.