LOMBOK BARAT — Harapan para nasabah tabungan emas pegadaian di Nusa Tenggara Barat untuk melihat penguatan harga emas yang berkelanjutan pasca-Lebaran tampaknya harus tertunda. Setelah sempat memberikan angin segar dengan kenaikan 0,4% pada Rabu kemarin (25/03/2026), grafik harga emas yang dipantau melalui aplikasi Tring by Pegadaian terpantau kembali bergerak turun secara signifikan pada Kamis siang (26/03/2026).
Berdasarkan pantauan langsung melalui fitur real-time di aplikasi Tring pada pukul 12.06 WITA, harga beli emas mengalami penurunan sebesar 0,76% dan kini berada di level Rp27.410 per 0,01 gram. Kondisi serupa juga terjadi pada harga jual kembali (buyback) yang terkoreksi sekitar 0,75% ke posisi Rp26.310 per 0,01 gram. Penurunan yang terjadi hari ini praktis menghapus keuntungan tipis yang sempat dirasakan nasabah pada hari sebelumnya.
Dinamika harga yang fluktuatif dalam waktu singkat ini memicu beragam respons dari nasabah di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Idin (28), seorang nasabah asal Kecamatan Labuapi, mengaku sempat merasa optimis saat melihat grafik hijau di layar ponselnya kemarin, namun rasa senang itu tidak bertahan lama setelah ia mengecek kembali aplikasi Tring hari ini.
"Iya, kemarin sempat naik dan sudah senang saya kira akan terus naik. Udah senang, taunya hari ini turun lagi," ungkap Idin saat memantau saldo rekening utamanya melalui ponsel.
Bagi Idin, pergerakan harga emas yang naik-turun dalam hitungan jam ini cukup membingungkan, terutama bagi mereka yang baru terjun di dunia investasi emas digital.
"Saya yang awam bingung juga apa sebabnya," tambahnya sembari melihat tampilan layar aplikasinya yang menunjukkan tren penurunan cukup dalam.
Sudut pandang berbeda disampaikan oleh Ian (35), nasabah lain yang ditemui di lokasi yang sama. Meski mengaku melewatkan momen kenaikan harga pada Rabu kemarin, Ian justru melihat penurunan tajam hari ini sebagai sebuah kesempatan besar. Menurutnya, harga saat ini merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan tren selama beberapa minggu terakhir, sebagaimana terlihat dalam riwayat harga di aplikasi Tring.
"Ya memang saat ini turun lagi, kata teman kemarin naik, tapi kemarin tidak saya lihat. Iya barusan saya cek turun lagi, ini yang paling harganya turun dari beberapa minggu ke depan," ujar Ian secara detail.
Bukannya merasa khawatir, Ian justru berencana untuk menambah porsi kepemilikan emasnya melalui saldo tabungan di aplikasi di saat harga sedang mengalami tekanan. Dalam istilah dunia investasi, ia bersiap untuk melakukan aksi beli di harga rendah atau akumulasi.
"Bagusnya di serok ini," tambahnya dengan nada optimis. Nasabah yang lain juga di tempat yang sama yaitu jul (34) mengaku kalau ada uang lebih dia ingin menambah koleksi tabungan emas.
"Sebenarnya kalau ada uang lebih saya ingin menambah tabungan emas, kan kita nggak tau nanti beberapa bulan harga emas jadi berapa", ungkapnya sambil tersenyum.
penurunan harga sebesar 0,76% untuk harga beli dan 0,75% untuk buyback pada hari ini mengindikasikan bahwa pasar emas retail masih mencari titik keseimbangan baru setelah masa libur panjang Lebaran. Fluktuasi yang terjadi antara kenaikan tipis kemarin dan penurunan hari ini menunjukkan adanya tarik-ulur antara permintaan kolektif dan aksi ambil untung di tingkat lokal yang terpantau transparan lewat aplikasi Tring.
Masyarakat di Lombok Barat kini semakin terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk memantau aset mereka tanpa harus ke kantor cabang. Kemudahan akses informasi melalui aplikasi Tring by Pegadaian ini membuat reaksi pasar menjadi lebih cepat terhadap perubahan harga sekecil apa pun. Fenomena serok bawah yang dilakukan oleh nasabah menunjukkan bahwa literasi investasi di tingkat desa sudah mulai berkembang menuju arah yang lebih strategis.