MATARAM – Dukungan terhadap petisi percepatan pengumuman akreditasi jurnal ilmiah nasional terus meningkat. Hingga Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 08.45 WITA, petisi bertajuk “Percepat Pengumuman dan Perbaiki Carut Marut Akreditasi Jurnal Ilmiah Indonesia!” yang dipublikasikan melalui platform Change.org telah mengumpulkan 572 tanda tangan dari akademisi, peneliti, serta pengelola jurnal di berbagai daerah.
Petisi tersebut muncul sebagai bentuk keresahan komunitas akademik terkait lambatnya pengumuman hasil akreditasi jurnal ilmiah Indonesia yang hingga kini belum sepenuhnya dirilis.
Dalam keterangan yang disampaikan penggagas petisi, disebutkan bahwa sebagian jurnal yang diajukan sejak tahun 2025 masih belum memperoleh kepastian status akreditasi. Kondisi ini memunculkan ketidakpastian bagi pengelola jurnal maupun perguruan tinggi yang bergantung pada status akreditasi untuk kebutuhan publikasi ilmiah dan penilaian akademik.
Selain menyoroti lamanya proses evaluasi, petisi tersebut juga menyinggung soal transparansi sistem penilaian yang dinilai berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Pantauan tersebut juga dirasakan langsung oleh sejumlah pengelola jurnal di perguruan tinggi. Pada Selasa pagi, 7 April 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, tim redaksi menemui salah satu pengelola jurnal di sebuah perguruan tinggi swasta untuk meminta tanggapan terkait situasi ini.
A (35), pengelola jurnal bidang sosial yang ditemui di ruang kerjanya, menilai mekanisme pemantauan proses akreditasi saat ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Akreditasi sekarang sepertinya sangat beda dengan tahun lalu. Tahun lalu masih ada keterangan proses di web ARJUNA sehingga bisa kita pantau. Kalau sekarang tidak ada” ujarnya.
Ia menambahkan, pada periode sebelumnya pengelola jurnal masih dapat melihat tahapan proses yang sedang berlangsung melalui sistem daring. Hal tersebut dinilai cukup membantu dalam memantau perkembangan evaluasi yang sedang berjalan.
“Iya kalau tahun lalu bisa kita pantau melalui web arjuna, disana ada semua tahapan demi tahapan, sehingga apapun yang tertera pada laman arjuna, begitu juga yang kita sampaikan ke atasan, jika atasan menayai soal progress akreditasi jurnal.”, tambahnya.
Sementara itu, ZH yang ditemui di tempat yang sama, pengelola jurnal bidang komputer, mengatakan bahwa sebagian hasil akreditasi sebenarnya sudah diumumkan beberapa waktu lalu, terutama untuk proses re-akreditasi.
“Untuk re-akreditasi jurnal sudah keluar beberapa bulan lalu, dan jurnal kami sudah keluar hasilnya. Yang belum ini jurnal yang lain, yang SINTA 3 sampai 6,” jelasnya.
Menurut ZH, sebagian pengelola jurnal saat ini masih menunggu kepastian hasil akreditasi untuk jurnal yang diajukan pada periode evaluasi sebelumnya. Ia berharap pengumuman tersebut dapat segera dirilis dalam waktu dekat. “Kami berharap mudah-mudahan minggu-minggu ini hasilnya keluar,” tambahnya.
Di sisi lain, isi petisi juga menyoroti sejumlah hal yang dianggap perlu dibenahi dalam sistem akreditasi jurnal nasional, termasuk konsistensi pengumuman hasil serta keterbukaan informasi dalam proses penilaian. Beberapa pengelola jurnal menyebutkan bahwa pada periode sebelumnya terdapat jurnal yang diajukan pada satu periode namun hasilnya diumumkan pada periode keputusan yang berbeda. Situasi ini dinilai memicu kebingungan di kalangan pengelola jurnal ilmiah.
Dalam petisi tersebut juga disebutkan bahwa proses evaluasi jurnal di tingkat internasional pada beberapa indeks global dapat berlangsung dalam waktu relatif lebih singkat. Perbandingan ini kemudian memunculkan harapan agar sistem akreditasi jurnal nasional dapat berjalan lebih efisien dan transparan.
Melalui petisi ini, komunitas akademik berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait *pengumuman hasil akreditasi jurnal nasional* yang masih dinantikan banyak pengelola jurnal. Dengan terus bertambahnya dukungan terhadap petisi tersebut, para akademisi berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan agar sistem akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia dapat berjalan lebih transparan, konsisten, dan memiliki kepastian waktu di masa mendatang.