04 May 2026 | Suara Dalam Berita

Langkah Nyata Lawan Stunting, 16 Balita di Kalijaga Timur Dapat PMT 2026

Langkah Nyata Lawan Stunting, 16 Balita di Kalijaga Timur Dapat PMT 2026
Foto : Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton (paling kiri), berfoto bersama para ibu penerima manfaat saat penyaluran bantuan Program Makanan Tambahan (PMT) berupa telur di Aula Kantor Desa Kalijaga Timur, Senin (4/5/2026).

LOMBOK TIMUR – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijaga Timur menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi mendatang. Bertempat di Aula Kantor Desa Kalijaga Timur pada Senin (4/5/2026), Pemdes menyalurkan Bantuan Program Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar balita dengan kategori stunting.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari realisasi penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menyerahkan secara langsung bantuan berupa telur kepada para orang tua balita yang hadir.

Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi spesifik pemerintah desa terhadap angka gagal tumbuh pada anak. Dari hasil pendataan terbaru, terdapat belasan anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal nutrisi.

"Pemdes Kalijaga Timur hari ini menyalurkan Bantuan PMT untuk balita stunting yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2026. Ada 16 sasaran balita stunting yang kami prioritaskan di Desa Kalijaga Timur saat ini," ungkap Hiswaton di sela-sela kegiatan.

Angka tersebut diambil dari total populasi Balita Non PAUD (B3) di wilayah Desa Kalijaga Timur yang mencapai 440 anak. Penentuan 16 sasaran ini didasarkan pada hasil penimbangan dan pengukuran rutin di Posyandu guna memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Hiswaton juga memberikan klarifikasi terkait penyesuaian program jaminan sosial dan kesehatan di desanya. Seiring dengan adanya pengurangan alokasi dana desa secara keseluruhan, pihak pemerintah desa harus melakukan strategi efisiensi agar program prioritas tetap berjalan.

Ia menyebutkan bahwa saat ini bantuan PMT hanya difokuskan pada balita stunting. Sementara itu, program serupa untuk kategori balita normal dan ibu hamil yang sebelumnya ada, kini ditiadakan di tingkat desa. Hal ini dilakukan demi menghindari tumpang tindih anggaran dengan program nasional.

"Sejak dana desa dikurangi, program PMT untuk balita normal dan ibu hamil ditiadakan. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi dobel anggaran atau duplikasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat," jelasnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk profesionalisme tata kelola keuangan desa, di mana anggaran yang terbatas difokuskan untuk menangani masalah yang paling mendesak, yakni pengentasan stunting.

Pemilihan telur sebagai komoditas utama bantuan bukan tanpa alasan. Telur dikenal sebagai sumber protein hewani yang paling mudah diserap oleh tubuh anak dan efektif dalam memicu pertumbuhan linier. Hiswaton berharap, bantuan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar dikonsumsi oleh anak untuk memperbaiki status gizinya.

"Kita berharap dengan diberikan bantuan berupa telur ini bisa memberikan nilai gizi lebih bagi anak-anak kita. Target besar kita adalah mewujudkan Zero Stunting di Kalijaga Timur," tegas Hiswaton.

Melalui sinergi antara dana desa, kader posyandu, dan kesadaran orang tua, Pemdes Kalijaga Timur optimis dapat mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan. Kegiatan penyaluran ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pesan kepada para ibu untuk terus rutin memantau perkembangan anak di Posyandu setempat.

Link berhasil disalin!