LOMBOK TIMUR - Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Sosial Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tema “Pelatihan Pengasuhan Positif dan Ketahanan Keluarga Pekerja Migran Indonesia”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Migran Emas yang digagas oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memperkuat ketahanan keluarga para pekerja migran.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026, secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Kadir. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, beserta jajaran pemerintah desa, narasumber, dan peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Kadir menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam keberhasilan pekerja migran Indonesia. Menurutnya, selain memberikan perlindungan kepada PMI yang bekerja di luar negeri, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat keluarga yang ditinggalkan agar tetap mampu menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal.
"Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan bekal kepada keluarga pekerja migran agar tetap mampu menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang anak meskipun salah satu anggota keluarga bekerja di luar negeri," ujarnya.
Sebanyak 17 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka merupakan keluarga pekerja migran Indonesia yang memiliki anak berusia 9 hingga 15 tahun serta berasal dari kelompok masyarakat desil 1 sampai desil 4, yang menjadi sasaran prioritas program pemerintah.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi mengenai pola pengasuhan positif, komunikasi efektif antara orang tua dan anak, penguatan peran keluarga, hingga strategi membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan sosial maupun ekonomi akibat migrasi tenaga kerja.
Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan keluarga yang lebih harmonis dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak pekerja migran.
"Program seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya keluarga pekerja migran. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh pengetahuan dan pendampingan," katanya.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap keluarga pekerja migran tidak hanya memperoleh peningkatan kapasitas dalam pengasuhan anak, tetapi juga memiliki ketahanan keluarga yang lebih kuat. Dengan demikian, kesejahteraan keluarga pekerja migran dapat terus meningkat seiring dengan upaya pemerintah mewujudkan pekerja migran Indonesia yang terlindungi, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.