LOMBOK TIMUR – Pemandangan gabah padi yang dijemur di pinggir jalan terlihat di Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Warga memanfaatkan sebagian badan jalan untuk menjemur gabah hasil panen dengan membentangkan terpal di atas aspal.
Pantauan pada Sabtu (29/3/2026) pagi menunjukkan hamparan gabah dijemur memanjang di sisi jalan menggunakan terpal berwarna biru. Butiran padi diratakan agar terkena sinar matahari secara merata sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat.
Aktivitas menjemur gabah di pinggir jalan seperti ini kerap dijumpai di sejumlah wilayah pedesaan yang memiliki lahan persawahan luas. Jalan beraspal dinilai membantu mempercepat proses pengeringan karena permukaannya menyerap panas dari sinar matahari.
Salah seorang warga setempat, Nurul (27), mengatakan kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan warga setiap selesai panen padi. Menurutnya, keterbatasan tempat pengeringan membuat sebagian warga memilih memanfaatkan pinggir jalan.
“Iya setiap selese panen kita selalu jemur padi di jalan, soalnya tidak ada tempat menjemur lagi. Terpaksa kita di pinggir jalan,” ujarnya.
Ia juga berharap para pengguna jalan dapat memahami kondisi tersebut karena aktivitas tersebut dilakukan untuk mengeringkan hasil panen.
“Bagi pengguna jalan, ya harap maklum. Uah mule ye ntante setiep selese begabah,” ujarnya dalam campuran bahasa Sasak dan Indonesia.
Nurul juga menjelaskan bahwa proses menjemur gabah biasanya dilakukan hingga seluruh padi selesai dijemur dan benar-benar kering, terutama saat cuaca sedang panas.
“Biasen jak sampen bih gabah, ye pukte ngkah. Sengak juluan musim ujan laun, mumpungne keras panas,” tambahnya dalam bahasa Sasak Lombok.
Ia menuturkan, gabah yang dijemur biasanya dibalik secara berkala agar proses pengeringan merata sehingga kualitas padi tetap terjaga sebelum disimpan atau dijual.
“Iya padi yang di jemur dari pagi sampai siang bahkan sore, itu dibalik pakai alat, biar keringnya merata,” tambahnya.
Menurut warga, musim panas dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengeringkan gabah sebelum musim hujan datang. Jika terlalu lama basah, gabah berisiko rusak atau kualitasnya menurun.
Meski demikian, warga tetap berupaya menata gabah yang dijemur agar tidak terlalu melebar ke tengah jalan. Hal tersebut dilakukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas dengan cukup aman.
Pengendara yang melintas biasanya memperlambat laju kendaraan saat melewati lokasi tersebut. Selain untuk menghindari gabah yang dijemur, hal ini juga dilakukan demi menjaga keselamatan warga yang sesekali datang untuk membalik padi yang sedang dikeringkan.
Pemandangan seperti ini menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah desa di Lombok Timur saat musim panen tiba. Warga berharap cuaca cerah terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan agar proses pengeringan gabah dapat berjalan lancar dan hasil panen tetap terjaga kualitasnya.