10 May 2026 | Suara Dalam Berita

Harga Emas Pegadaian Anjlok Pasca Lebaran, Nasabah di NTB Terbelah Antara Rugi Jual dan Peluang Serok

Harga Emas Pegadaian Anjlok Pasca Lebaran, Nasabah di NTB Terbelah Antara Rugi Jual dan Peluang Serok
Foto : Aplikasi tring dari pegadaian

Memasuki H+2 perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, grafik harga emas di aplikasi digital Pegadaian terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Fenomena ini menciptakan dinamika yang kontradiktif di kalangan nasabah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama bagi mereka yang mengandalkan aset logam mulia untuk kebutuhan lebaran versus mereka yang berorientasi pada investasi jangka panjang. Berdasarkan data terbaru dari aplikasi Tring by Pegadaian pada Senin siang (23/03/2026) Waktu Indonesia Tengah (WITA), harga beli emas berada di level Rp27.620 per 0,01 gram. Sementara itu, harga jual kembali (buyback) merosot ke angka Rp26.370 per 0,01 gram. 

Penurunan ini terasa sangat kontras mengingat Lebaran yang jatuh pada hari Sabtu mendatang biasanya diiringi dengan fluktuasi harga komoditas yang dinamis. Bagi sebagian nasabah yang merencanakan penjualan emas untuk mencukupi kebutuhan hari raya, penurunan harga ini menjadi kabar yang kurang menggembirakan. AZ (30), seorang nasabah asal Lombok Timur, mengaku terkejut saat memantau pergerakan harga melalui ponselnya pada Senin pagi. 

"Tadi saya cek di aplikasi, ternyata nilai turunnya cukup jauh dibanding hari-hari sebelumnya. Jujur saja, ini di luar ekspektasi," ungkap AZ dengan nada kecewa. 

Ia menjelaskan bahwa awalnya berencana mencairkan sebagian tabungan emasnya untuk menutupi biaya operasional menjelang hari raya. Namun, melihat selisih harga yang cukup lebar, ia kini harus berhitung ulang. 

"Rencananya mau dijual untuk tambah-tambah biaya, tapi pas dicek ternyata harganya sedang anjlok sekali," imbuhnya. Berbeda dengan kecemasan nasabah di Lombok Timur, sudut pandang berbeda datang dari wilayah Lombok Barat. 

Di Kecamatan Labuapi, seorang nasabah berinisial BI (35) menunjukkan sikap yang lebih tenang menanggapi koreksi harga pasar ini. Menurutnya, pola pergerakan harga emas memang memiliki siklus tersendiri, terutama di masa-masa krusial seperti menjelang lebaran. 

"Iya, polanya memang sering seperti itu. Ada kalanya naik tinggi, ada kalanya koreksi seperti hari ini," tutur BI saat dimintai keterangan. 

Bagi BI, penurunan harga justru dipandang sebagai peluang strategis untuk menambah portofolio asetnya. Bersama sang istri, BI mengaku fokus menabung emas bukan untuk kebutuhan jangka pendek, melainkan sebagai jaminan masa depan buah hati mereka. 

"Saya dan istri menabung memang untuk pendidikan dan masa depan anak kelak. Jadi, kalau harganya turun, kami justru coba untuk beli lagi atau menambah saldo," jelasnya optimis. 

BI menambahkan bahwa investasi emas memerlukan mentalitas yang kuat dan tidak boleh terjebak dalam kepanikan harian. 

"Emas itu aset yang nilainya akan naik dalam jangka panjang. Harapannya beberapa hari lagi bisa kembali menguat, tapi saya tidak khawatir sama sekali," ucapnya sambil melempar senyum tipis. 

Secara teknis, penurunan harga emas dua hari sebelum memasuki pekan terakhir ramadan ini diduga dipicu oleh tingginya aksi jual masyarakat secara serentak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang meningkat pesat. Ketika pasokan emas di pasar melimpah akibat banyaknya nasabah yang melakukan buyback, harga cenderung tertekan turun sesuai hukum permintaan dan penawaran. Kondisi ini diprediksi akan terus fluktuatif hingga beberapa hari setelah.

Link berhasil disalin!