LOMBOK TIMUR – Kondisi jalan utama di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, kian memprihatinkan. Jalur penghubung strategis antara Desa Kalijaga Timur menuju Korleko, Kecamatan Labuhan Haji itu mengalami kerusakan parah dengan permukaan berlubang, berdebu saat kemarau, dan becek saat hujan.
Pantauan di lokasi, Sabtu (11/04), menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang dan material lepas yang membahayakan pengguna jalan. Aktivitas kendaraan berat, khususnya dump truk pengangkut pasir, terlihat mendominasi jalur tersebut hampir sepanjang hari. Kondisi ini tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga.
Sejumlah truk bermuatan pasir tampak melintas secara bergantian, bahkan kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan sempit tersebut. Tidak jarang, pengguna sepeda motor harus mengalah atau berhenti karena tidak mendapat ruang untuk melintas.
Warga setempat, ME (35), mengaku kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan signifikan dari pemerintah daerah. Ia menyebut, kerusakan jalan semakin parah seiring meningkatnya aktivitas pengangkutan material tambang.
“Setiap hari kami hadapi kondisi seperti ini. Debu kalau kemarau, lumpur kalau hujan. Truk pasir lewat terus tanpa henti. Kami sebagai warga sangat terganggu, bahkan khawatir soal keselamatan,” ujarnya, Sabtu (11/04).
Ia juga menyoroti ironi yang terjadi di desanya. Menurutnya, Desa Kalijaga Timur dikenal sebagai salah satu penyumbang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) terbesar di Kabupaten Lombok Timur. Namun, kondisi infrastruktur jalan justru jauh dari kata layak.
“Kalijaga Timur ini termasuk penyumbang pajak MBLB terbesar di Lombok Timur. Tapi kenapa jalan kami seperti ini? Rusak parah dan seolah tidak pernah jadi prioritas. Kami hanya ingin perhatian yang adil dari pemerintah,” tegasnya.
Senada dengan warga, Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, juga mengakui bahwa kondisi jalan di wilayahnya memang memprihatinkan. Ia menyebut aktivitas truk pengangkut pasir menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.
“Kondisi jalan di Kalijaga Timur setiap harinya seperti ini. Tidak ada ruang untuk sepeda motor maupun pejalan kaki karena jalan dipenuhi truk pengangkut pasir. Ini yang memperparah kerusakan jalan,” katanya saat dimintai keterangan, Sabtu (11/04).
Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat telah lama berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Jalan ini dinilai memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antarwilayah serta penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga berharap adanya langkah konkret, baik berupa perbaikan jalan secara menyeluruh maupun pengaturan lalu lintas kendaraan berat agar tidak semakin merusak badan jalan. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas tambang juga dinilai penting agar kontribusi pajak dari sektor tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan di Desa Kalijaga Timur masih belum menunjukkan adanya perbaikan, sementara aktivitas truk pengangkut pasir terus berlangsung setiap hari. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.






