13 April 2026 | Suara Dalam Berita

Bupati Lombok Timur Siap Hidupkan Kembali Lombok Hospital, Lahan di Apitaik Segera Diserahkan ke Pemda

Bupati Lombok Timur Siap Hidupkan Kembali Lombok Hospital, Lahan di Apitaik Segera Diserahkan ke Pemda
Foto : menampilkan Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., yang sedang memberikan keterangan tentang pengalihan lahan

LOMBOK TIMUR - Harapan baru bagi layanan kesehatan di wilayah Pringgabaya mulai menemui titik terang. Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., meninjau langsung kondisi Lombok Hospital yang berlokasi di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Selasa (07/04/2026). Bangunan yang berdiri di atas tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut rencananya akan diambil alih sepenuhnya untuk difungsikan kembali demi melayani masyarakat.

Lombok Hospital sendiri merupakan klinik yang didirikan oleh Yayasan Dewan Masyarakat Sehat (DMS). Namun, fasilitas kesehatan ini sudah cukup lama mangkrak dan tidak beroperasi. Padahal, keberadaan fasilitas ini sangat krusial bagi warga di desa-desa sekitar yang membutuhkan akses medis cepat.

Lahan Strategis yang Sayang Jika Terbengkalai
Dalam tinjauannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa aset lahan tersebut merupakan milik Pemda yang dulunya diberikan pemanfaatannya kepada Pak Dedi (perwakilan yayasan). Namun, melihat kondisi bangunan yang tidak terurus, bupati memastikan bahwa lahan tersebut akan segera dikembalikan ke pangkuan pemerintah daerah.

"Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., menyatakan bahwa lahan yang berdiri di atas tanah Pemda yang dulu diberikan kepada Pak Dedi ini akan dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah," ungkapnya di sela-sela peninjauan.
Bupati merasa prihatin melihat potensi bangunan yang luas namun tidak diberdayakan. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas untuk mengkaver kebutuhan kesehatan di lima desa besar yang ada di sekeliling wilayah Apitaik dan Pringgabaya.

"Sehingga hari ini alhamdulillah saya sudah lihat semua. Sayang sekali kalau sampai kita tidak berdayakan, ya kalau kita tidak fungsikan. Ada 5 desa besar di sini itu, hari ini bisa kalau difungsikan oleh Pemda," kata sosok yang akrab disapa Haji Haerul ini.

Menunggu Penyerahan Resmi untuk Penataan Ulang
Meski niat pengambilalihan sudah bulat, Bupati Haerul Warisin menekankan pentingnya legalitas dan transparansi. Ia meminta agar proses pengembalian aset ini dilakukan melalui seremoni atau acara resmi agar disaksikan oleh publik dan tercatat secara hukum dengan benar.

"Kalau betul mau menyerahkan kepada Pemda Lombok Timur, harus diacarakan secara resmi supaya ini tersaksikan dengan benar," tegasnya.
Haji Haerul menambahkan bahwa dirinya kini dalam posisi menunggu proses administrasi tersebut rampung. Begitu serah terima dilakukan, ia akan langsung bergerak cepat menginstruksikan Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk melakukan pembenahan fisik maupun manajemen layanan.

"Jadi saya hanya menunggu, diacarakan penyerahan. Setelah itu nanti saya akan bersama dengan teman-teman yang ada di Dinas Kesehatan untuk mulai merencanakan apa yang harus kami benahi dan tata, sehingga tidak seperti ini dan betul-betul kita persiapkan," tambahnya lagi.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi ketimpangan layanan kesehatan di Lombok Timur bagian timur. Dengan aktifnya kembali Lombok Hospital di bawah manajemen Pemda, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan standar rumah sakit atau klinik pratama yang mumpuni.

Link berhasil disalin!