LOMBOK TIMUR – Pemerintah Desa Desa Kalijaga Timur menggelar Musyawarah Desa dalam rangka Laporan Pertanggungjawaban Tahunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja BUMDes sekaligus memaparkan program strategis yang tengah dikembangkan guna mendorong kemandirian ekonomi desa.
Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menegaskan bahwa laporan tahunan BUMDes memiliki peran krusial dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.
“Laporan tahunan BUMDes sangat krusial untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa,” kata Hiswaton saat ditemui pada Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, BUMDes merupakan badan hukum yang didirikan oleh pemerintah desa untuk mengelola potensi, aset, serta berbagai usaha lokal. Menurutnya, keberadaan BUMDes bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.
“BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh pemerintah desa untuk mengelola potensi, aset, dan usaha lokal guna meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Modal BUMDes berasal dari penyertaan modal desa,” ujarnya.
Pada tahun ini, BUMDes Kalijaga Timur memfokuskan program pada sektor ketahanan pangan. Program tersebut mencakup dua bidang utama, yakni nabati dan hewani.
“Program BUMDes ketahanan pangan Desa Kalijaga Timur meliputi sektor nabati melalui budidaya jagung dan sektor hewani berupa peternakan ayam petelur,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan kandang ayam petelur telah rampung dengan kapasitas mencapai 2.000 ekor. Namun saat ini baru terisi sekitar 750 ekor ayam.
“Kandang ayam petelur sudah terbangun dengan kapasitas 2.000 ekor dan sekarang baru terisi 750 ekor. InsyaAllah satu bulan ke depan sudah mulai panen telur,” ungkap Hiswaton.
Lebih lanjut, ia optimistis program tersebut dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan jika dikelola secara maksimal.
“BUMDes jika berhasil akan menghasilkan sumber PADes yang bisa memberikan kontribusi untuk membangun desa dan mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Musyawarah desa ini turut dihadiri oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, serta perwakilan masyarakat. Forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi sekaligus penyampaian masukan guna meningkatkan kinerja BUMDes ke depan.
Dengan adanya transparansi dalam pelaporan serta penguatan program ketahanan pangan, pemerintah desa berharap seluruh program yang dijalankan BUMDes dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi peningkatan pendapatan desa, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong kemandirian ekonomi warga. Dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, BUMDes di Desa Kalijaga Timur diyakini mampu menjadi pilar utama dalam memperkuat perekonomian desa di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut dari musyawarah tersebut, pemerintah desa bersama pengurus BUMDes berkomitmen untuk terus melakukan penguatan manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan berkala terhadap setiap unit usaha yang dijalankan. Langkah ini dinilai penting agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kalijaga Timur.