LOKBOK TIMUR — Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti kawasan Kalijaga dan sekitarnya pada Jumat (17/04/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan dan mengikuti gelaran Pawai Alegoris dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HULTAH) ke-63 Yayasan Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga, sekaligus Haul ke-15 Almagfurlah TGH. Muhammad Shaleh Ahmad.
Acara yang dimulai tepat pukul 14.00 WITA ini mengusung tema besar untuk mempererat silaturahmi, meneladani perjuangan ulama, serta membangun generasi yang berakhlak mulia. Sejak siang hari, para peserta yang terdiri dari santri, pelajar, hingga masyarakat umum sudah mulai memadati titik kumpul di Lapangan Keling.
Rute Panjang dan Antusiasme Warga
Pawai alegoris tahun ini menempuh rute yang cukup panjang, melintasi beberapa desa dan dusun untuk memastikan syiar Hultah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu panitia acara, Nahdiyin (41), menjelaskan bahwa rute ini dirancang untuk menyapa langsung basis massa dan simpatisan setia yayasan di berbagai wilayah.
"Rute keberangkatan dimulai dari Lapangan Keling, kemudian menuju Asmalang Kalijaga Tengah, melintasi Jalan Baru Lenek, Sukarema, Dasan Baru, Menak, dan akhirnya kembali lagi (finish) di Lapangan Keling," terang Nahdiyin saat ditemui di sela-sela kesibukan mengatur barisan peserta, jumat (17/04).
Pantauan di lapangan menunjukkan barisan peserta pawai mengular hingga beberapa kilometer. Berbagai atraksi ditampilkan untuk menghibur warga, mulai dari marching band, barisan santri dengan pakaian adat Sasak yang khas, hingga dentuman musik tradisional Gendang Bleq yang turut memeriahkan suasana sepanjang jalan.
Di tengah kemeriahan acara, Nahdiyin menyampaikan pesan mendalam terkait esensi dari pelaksanaan pawai taarruf ini. Menurutnya, momentum ini merupakan ajang pembuktian soliditas seluruh elemen pendukung pondok pesantren.
"Dari pelaksanaan pawai taarruf ini, harapan ke depan supaya kekompakan dan misi satu tujuan memajukan Yayasan Pontren Darussholihin NW Kalijaga sebagai wadah dakwah syiar Islamiah dapat terwujud dengan baik, sebagaimana harapan dari pendiri yayasan," tegas Nahdiyin.
Ungkapan ini senada dengan semangat para peserta yang tetap antusias meski menempuh perjalanan jauh di bawah terik matahari. Kekompakan yang ditunjukkan hari ini menjadi cerminan bahwa nilai-nilai dasar yang ditanamkan oleh pendiri yayasan masih terjaga dengan kuat.
Selain merayakan usia yayasan yang ke-63, momentum ini menjadi ruang refleksi bagi para jemaah untuk mengenang jasa Almagfurlah TGH. Muhammad Shaleh Ahmad. Sebagai sosok sentral dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah Kalijaga, Haul ke-15 ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan intelektual dan spiritual yang telah beliau letakkan.
Meski sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sepanjang jalur utama, pawai berakhir dengan tertib menjelang waktu Maghrib, tepat pukul 18.00 WITA.
Gelaran ini membuktikan bahwa semangat religiusitas dan kecintaan terhadap lembaga pendidikan Islam masih sangat kuat mengakar di tengah masyarakat Lombok Timur. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para generasi muda untuk terus melanjutkan perjuangan para ulama di masa depan.