MATARAM – Kemacetan lalu lintas parah terjadi di jalur Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, pada Selasa (22/4) sekitar pukul 07.45 WITA. Arus kendaraan dari berbagai arah terpantau tersendat, bahkan nyaris lumpuh, terutama menuju kawasan bundaran Tugu Mataram Metro.
Kemacetan terpantau datang dari sejumlah titik, di antaranya dari arah Dasan Cermen, jalur bypas, hingga dari arah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan arah yang menuju kawasan Asrama Haji. Volume kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil pribadi membuat kondisi jalan semakin padat, diperparah dengan perilaku pengendara yang tidak sabar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suara klakson kendaraan terdengar bersahut-sahutan. Sejumlah pengendara tampak mencoba mencari celah dengan berpindah jalur, bahkan memanfaatkan akses alternatif menuju bypas yang tembus ke terowongan pertama. Namun, upaya tersebut tidak banyak membantu mengurai kepadatan.
Kemacetan terparah terjadi tepat di sekitar bundaran Tugu Mataram Metro. Kendaraan dari berbagai arah saling bertemu tanpa pengaturan yang jelas, menyebabkan antrean panjang yang sulit bergerak. Beberapa mobil terbuka yang membawa penumpang juga terlihat terjebak di tengah kepadatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab utama kemacetan tersebut. Selain itu, belum tampak kehadiran petugas kepolisian atau pihak terkait yang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian.
Sejumlah pengendara yang ditemui di lokasi mengaku telah terjebak kemacetan cukup lama. “Iya, macetnya lama sekali. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya. Dari tadi kendaraan terus bunyikan klakson,” ujar salah satu pengendara motor.
Pengendara lainnya menyoroti perilaku pengguna jalan yang dinilai memperparah kondisi. “Ini tidak ada yang sabar, tidak ada yang mau mengalah. Coba kalau salah satu dari jalur bypas mau mengalah, pasti bisa lebih lancar,” katanya.
Sementara itu, pengendara lain menduga kemacetan dipicu oleh aktivitas tertentu yang meningkatkan volume kendaraan secara signifikan. “Mungkin ini karena ada wisuda atau aktivitas pengantaran jamaah haji, makanya jadi semacet ini,” ujarnya.
Kemacetan ini berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Banyak mahasiswa, pelajar, hingga pekerja yang terlambat menuju tujuan mereka akibat terhambat di jalan. Beberapa pengendara bahkan terlihat memilih berhenti sejenak di pinggir jalan sambil menunggu kondisi sedikit membaik.
Situasi ini kembali menyoroti pentingnya manajemen lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, khususnya pada jam sibuk pagi hari di Mataram, terutama di kawasan Jalan Lingkar Selatan. Tanpa pengaturan yang memadai serta minimnya kesadaran pengendara untuk saling mengalah, pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah berpotensi menimbulkan kemacetan total seperti yang terjadi di lokasi tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengurai kepadatan dan mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, terutama di jalur yang menjadi akses utama mobilitas warga di Kota Mataram.