Portalntb.com– Polemik terkait pembangunan tempat parkir dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar Lapangan Tanjung Teros akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pengelola. Isu yang menyebutkan aktivitas tersebut mengganggu masyarakat ditegaskan tidak benar.
Perwakilan pelaksana, Sabaruddin, menjelaskan bahwa lokasi bangunan parkir berada di luar area inti lapangan. Jaraknya mencapai puluhan meter dari pusat aktivitas warga, sehingga tidak bersinggungan langsung dengan kegiatan olahraga maupun sosial.
“Posisinya cukup jauh dari lapangan. Tidak ada aktivitas warga yang terganggu, baik olahraga maupun kegiatan lainnya,” ujar Sabaruddin, Rabu 22/4.
Ia menambahkan, bangunan tersebut bersifat semi permanen dan sejak awal telah melalui koordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk pihak Kecamatan Labuhan Haji. Persetujuan dari lingkungan setempat juga telah dikantongi, meski masih bersifat lisan.
“Saat ini kami juga sedang melengkapi seluruh proses perizinan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG tidak hanya sebagai fasilitas pendukung program, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi aset.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Karang Bedil, Saofi Aklima, menegaskan bahwa aktivitas parkir di lokasi tersebut bukan hal baru. Kegiatan serupa telah berlangsung lama dan tidak pernah menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Sejak dulu memang sudah ada aktivitas parkir di lokasi itu. Jadi ini bukan hal baru. Masyarakat juga tidak merasa terganggu,” jelasnya.
Ia juga menyebut kehadiran dapur MBG justru memberi dampak positif bagi warga sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja.
“Banyak warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan, kini bisa memperoleh penghasilan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan sejumlah warga yang kerap beraktivitas di Lapangan Tanjung Teros. Mereka mengaku tetap dapat berolahraga seperti biasa tanpa gangguan.
“Tidak ada masalah, kami tetap bisa olahraga seperti biasa,” ujar salah satu warga.
Di sisi lain, Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Haji, Akmal Musoffa, memastikan kondisi di sekitar lokasi justru lebih tertata. Meski demikian, ia menilai penataan perlu dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh lapak di sekitar area.
“Selama ini tidak ada aktivitas yang terganggu. Justru lebih rapi. Penertiban harus dilakukan secara adil dan menyeluruh,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik yang sempat berkembang dapat mereda. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap memanfaatkan fasilitas lapangan secara optimal.