10 May 2026 | Suara Dalam Berita

Tradisi Ziarah Kubur Serentak Usai Idul Fitri di Pringgasela Raya Dipadati Ribuan Warga

Tradisi Ziarah Kubur Serentak Usai Idul Fitri di Pringgasela Raya Dipadati Ribuan Warga
Foto : portalntb.com. susasana pemakaman umum desa pringgasela

Tradisi ziarah kubur usai Hari Raya Idul Fitri di Desa Pringgasela Raya, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur kembali dipadati ribuan warga. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan secara serentak oleh masyarakat se-Pringgasela dan menjadi momen penting untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia. Pelaksanaan ziarah dimulai setelah salat Asar. 

Sejak siang hari, warga sudah mulai berdatangan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pringgasela dengan membawa bunga, air, serta perlengkapan doa. Kepadatan peziarah semakin meningkat menjelang sore, saat masyarakat secara bersamaan memasuki area pemakaman. Suasana khidmat terasa saat para peziarah mulai berdoa di makam keluarga masing-masing. Selain memanjatkan doa, warga juga melakukan zikir bersama, membersihkan area makam, menaburkan bunga, serta menyiram air sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun. 

Pelaksanaan ziarah yang dilakukan secara serentak oleh masyarakat se-Pringgasela menjadi ciri khas tersendiri. Hal ini menciptakan suasana kebersamaan yang kuat, di mana ribuan warga berkumpul dalam satu waktu untuk tujuan yang sama, yakni mendoakan para leluhur. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, doa dan zikir bersama dipimpin oleh seorang ustaz yang mengajak seluruh peziarah untuk khusyuk mendoakan arwah keluarga dan kerabat yang telah berpulang. Warga tampak mengikuti rangkaian zikir dan doa dengan tertib dan penuh kekhusyukan. 

Salah satu warga, ika (30), mengatakan bahwa tradisi ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pringgasela, khususnya setelah merayakan Idul Fitri. 

“Setiap tahun kami datang bersama keluarga untuk ziarah. Ini sudah jadi kebiasaan sejak dulu. Selain mendoakan orang tua dan keluarga yang sudah meninggal, ini juga jadi momen berkumpul dengan keluarga besar,” ujarnya di lokasi pemakaman. 

Ia menambahkan, pelaksanaan ziarah secara serentak memberikan nuansa yang berbeda karena banyak keluarga dan kerabat dapat bertemu dalam satu kesempatan. 

“Kalau dilakukan bersamaan seperti ini, kita bisa sekalian bertemu saudara yang jarang ketemu. Jadi bukan hanya ziarah, tapi juga mempererat silaturahmi,” tambahnya. 

Tradisi ini tidak hanya diikuti oleh warga yang tinggal di Pringgasela, tetapi juga masyarakat yang merantau dan pulang kampung saat Idul Fitri. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berziarah bersama sebelum kembali ke daerah masing-masing. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ziarah kubur ini juga menjadi pengingat akan kehidupan dan kematian. Melalui doa dan zikir, masyarakat diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kehidupan yang bermakna. Meski dihadiri ribuan warga, kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Warga saling menjaga suasana agar tetap tenang selama doa dan zikir berlangsung.

Link berhasil disalin!