LOMBOK TIMUR - Ribuan warga memadati jalanan Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur pada malam takbiran, Jumat malam (20/3/2026). Masyarakat berkumpul untuk menyaksikan lomba pawai takbiran yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan tersebut dimulai setelah salat Isya dengan titik awal dari Lapangan Umum Sakra Barat. Dari lokasi tersebut, para peserta kemudian berkeliling desa sambil mengumandangkan takbir untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Pawai takbiran ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai dusun di Desa Rensing. Selain peserta, ribuan warga juga hadir memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan kemeriahan acara. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua terlihat antusias menikmati jalannya pawai yang berlangsung hingga larut malam. Berbagai kreativitas juga ditampilkan oleh para peserta. Mereka membawa miniatur masjid, lampion, serta berbagai hiasan bernuansa Islami yang dibuat secara gotong royong oleh warga dan para pemuda di masing-masing dusun.
Selain itu, peserta juga tampil dengan busana yang seragam. Untuk peserta laki-laki mengenakan kemeja atau jubah putih dipadukan dengan peci serta celana hitam atau sarung. Sementara peserta perempuan mengenakan gamis atau kemeja putih dengan jilbab putih, sehingga menambah kesan rapi dan kompak dalam barisan pawai. Salah satu peserta bernama Andi mengatakan bahwa dusunnya selalu ikut berpartisipasi dalam lomba pawai takbiran yang digelar setiap tahun tersebut.
“Iya, dusun kami selalu ikut lomba pawai,” ujar Andi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, para remaja di dusunnya selalu menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Bahkan persiapan miniatur yang akan dibawa dalam pawai biasanya sudah dilakukan sejak beberapa minggu sebelumnya.
“Remaja di dusun kami selalu antusias. Kami sudah menyiapkan miniatur yang akan dibawa sejak beberapa minggu,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak desa setiap tahun selalu memberikan undangan kepada warga untuk ikut serta dalam pawai takbiran. Hal itu membuat masyarakat dari berbagai dusun turut berpartisipasi sehingga suasana malam takbiran menjadi semakin meriah. Tradisi pawai takbiran ini diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga desa.