LOMBOK BARAT - Perayaan Lebaran Topat yang berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, diperkirakan kembali memicu peningkatan arus kendaraan di kawasan wisata pesisir Lombok. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan mengeluarkan imbauan rekayasa lalu lintas, khususnya di jalur menuju kawasan wisata Senggigi.
Imbauan tersebut ditujukan bagi pengendara yang melintas menuju kawasan wisata di wilayah Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Dalam pengumuman resmi yang beredar, masyarakat diminta menghindari jalur utama Senggigi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, mengingat potensi kemacetan yang cukup tinggi saat puncak perayaan.
Sebagai alternatif, pengendara diarahkan menggunakan sejumlah jalur lain, di antaranya rute Montong – Sandik – Gunungsari, jalur dalam wilayah Batu Layar, serta jalur Mataram – Gunungsari – Pemenang. Jalur alternatif ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya terpusat di kawasan wisata pantai.
Sementara itu, titik yang diprediksi menjadi lokasi kemacetan berada di jalur Batu Layar menuju kawasan wisata seperti Senggigi Square hingga kawasan Pasar Seni Senggigi. Pada titik-titik tersebut, petugas akan disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu pengendara yang melintas.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan di lapangan serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Lebaran Topat sendiri merupakan tradisi masyarakat Lombok yang dilaksanakan sekitar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada momen ini, warga biasanya berkumpul bersama keluarga di kawasan pantai sambil membawa hidangan ketupat dan berbagai makanan khas.
Tidak heran jika kawasan wisata di wilayah Lombok Barat hingga Lombok Utara dipadati masyarakat yang ingin merayakan tradisi tersebut.
Rian (40), warga Labuapi, mengatakan dirinya mengetahui adanya imbauan rekayasa lalu lintas yang dikeluarkan pihak berwenang menjelang perayaan Lebaran Topat.
“Iya, imbauan sudah dikeluarkan biar masyarakat tidak capek-capek di jalan. Kadang kalau sudah sampai sana baru tahu jalan ditutup atau dialihkan,” kata Rian saat ditemui, Sabtu.
Menurutnya, pengalihan arus lalu lintas memang kerap dilakukan setiap perayaan Lebaran Topat karena jumlah kendaraan meningkat cukup signifikan.
“Iya memang kalau Lebaran Ketupat jalur tertentu biasanya dialihkan. Jadi masyarakat sudah harus tahu dari awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan pantai biasanya menjadi tujuan utama masyarakat untuk merayakan Lebaran Topat bersama keluarga.
“Biasanya yang ramai itu nanti di pantai. Banyak orang datang piknik dan kumpul keluarga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Imam (34), warga Labuapi lainnya. Ia menilai tradisi Lebaran Topat memang selalu menarik antusiasme masyarakat setiap tahunnya.
“Memang biasanya Lebaran Ketupat ini ramai. Tradisinya memang setelah seminggu selesai Idul Fitri,” kata Imam.
Menurutnya, masyarakat di wilayah Lombok Barat sangat antusias menyambut tradisi tersebut karena menjadi momen berkumpul bersama keluarga.
“Warga Lombok Barat biasanya sangat antusias. Ramai sekali setiap tahun,” ujarnya.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang hendak menuju kawasan wisata pantai di sekitar Senggigi. Aparat juga mengingatkan agar pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama.