BREAKING NEWS
02 April 2026 Suara Dalam Berita

Jalan Penghubung Sakra Barat–Keruak Lombok Timur Rusak, Warga Tiga Desa Harap Perbaikan

Jalan Penghubung Sakra Barat–Keruak Lombok Timur Rusak, Warga Tiga Desa Harap Perbaikan
Foto : kondisi jalan rusak berlubang dan bergelombang yang menghubungkan 3 desa di lombok timur

LOMBOK TIMUR – Kondisi jalan desa yang menjadi penghubung tiga wilayah di Kabupaten Lombok Timur dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Jalan tersebut menghubungkan Desa Mbungtiang dan Desa Boyemare di Kecamatan Sakra Barat dengan wilayah perbatasan dusun wates Desa Selebung Ketangga di Kecamatan Keruak.

Pantauan di lokasi pada Senin, 30 Maret 2026, menunjukkan permukaan jalan mengalami kerusakan berupa aspal bergelombang, retakan panjang, serta beberapa lubang di sejumlah titik. Kondisi ini membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada bagian jalan yang terlihat mulai terkelupas di sisi badan jalan.

Jalur tersebut diketahui menjadi akses penting bagi masyarakat dari tiga desa. Selain sebagai penghubung antarwilayah, jalan ini juga berada di kawasan persawahan aktif yang setiap hari dilalui para petani untuk mengangkut hasil pertanian.

Berbagai komoditas seperti padi, tembakau, dan hasil pertanian lainnya kerap diangkut menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalur ini menuju tempat penjualan maupun gudang penyimpanan.

Salah seorang warga yang sering melintas di kawasan tersebut, Imran (35), mengatakan kondisi jalan sebenarnya sudah mulai mengalami kerusakan dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengingat jalan tersebut terakhir kali diaspal sekitar tahun 2019 atau 2020.

Menurutnya, jalur ini memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat, terutama bagi petani yang berada di sekitar area persawahan.

“Kalau tidak salah ingat, jalan ini terakhir diaspal sekitar tahun 2019 atau 2020. Ini jalur yang cukup strategis karena banyak warga yang melewati jalan ini untuk membawa hasil panen mereka,” ujarnya.

Imran menambahkan, kerusakan jalan kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi tanah di sekitar area persawahan yang relatif lembek sehingga membuat permukaan aspal lebih cepat bergelombang.

“Iya, sekarang kondisinya bergelombang dan ada beberapa lubang. Mungkin karena di sekitarnya banyak sawah, jadi tanah di bawahnya tidak terlalu padat,” katanya.

Meski demikian, masyarakat masih tetap menggunakan jalur tersebut karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan tiga desa sekaligus dua kecamatan di wilayah Lombok Timur.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Perbaikan dinilai penting agar aktivitas warga, terutama para petani, dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Selain itu, Imran juga menyebut rencana pembangunan koperasi di sekitar jalur tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan.

“Semoga ada program dari pemerintah untuk memperbaiki jalan ini. Apalagi nanti kabarnya di jalur ini akan ada Koperasi Merah Putih, mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian,” tambahnya.

Dengan perbaikan jalan, warga berharap mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dari wilayah tersebut dapat berjalan lebih lancar dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Berita Terkait

Link berhasil disalin!
Link berhasil disalin!