LOMBOK TIMUR – Sebuah truk pengangkut ikan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Labuan Lombok, tepatnya di Jembatan Lenek, Kali Bambang, pada Rabu (12/5/2026) sekitar pukul 04.00 WITA. Kendaraan tersebut dilaporkan terbalik setelah diduga mengalami pecah ban akibat muatan yang melebihi kapasitas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk tersebut membawa muatan ikan dalam jumlah besar menggunakan boks styrofoam. Saat melintas di jembatan, ban kendaraan diduga tidak mampu menahan beban berat sehingga pecah dan menyebabkan sopir kehilangan kendali. Truk kemudian oleng dan terguling ke sisi jalan.
Akibat kejadian tersebut, muatan ikan berserakan di badan jalan hingga ke pinggir jembatan. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melintas di jalur tersebut pada pagi hari. Petugas bersama warga setempat terlihat berupaya mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan lancar.
Sopir truk berinisial B (sekitar 40 tahun) dilaporkan mengalami luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kali Bambang Lenek untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terkini korban.
Menariknya, di tengah kondisi muatan ikan yang berserakan, warga yang berada di sekitar lokasi tidak melakukan penjarahan. Mereka justru memilih membantu mengamankan situasi dan sebagian membantu proses evakuasi kendaraan serta pengaturan lalu lintas. Sikap ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak yang berada di lokasi kejadian.
Seorang warga yang berada di lokasi mengatakan bahwa kecelakaan tersebut murni akibat faktor teknis kendaraan dan beban muatan. “Kemungkinan besar karena muatan terlalu berat, jadi ban tidak kuat menahan. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat,” ujarnya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi angkutan barang untuk memperhatikan kapasitas muatan serta kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Jalan Labuan Lombok yang menjadi jalur utama distribusi barang diketahui memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi, terutama pada jam-jam tertentu.
Selain itu, faktor waktu kejadian yang terjadi menjelang subuh juga diduga memengaruhi tingkat kewaspadaan pengemudi. Kondisi jalan yang relatif sepi kerap membuat pengemudi lengah, terlebih jika kendaraan dalam kondisi tidak prima.
Petugas diharapkan dapat melakukan evaluasi serta pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya yang melintas di jalur-jalur vital seperti Jembatan Lenek. Pemeriksaan rutin terkait kelayakan kendaraan dan batas muatan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Hingga saat ini, proses evakuasi kendaraan masih dilakukan secara bertahap. Arus lalu lintas di lokasi kejadian dilaporkan sudah mulai normal, meskipun pengendara tetap diminta berhati-hati saat melintas di sekitar area tersebut.